Universitas Widya Mataram Bentuk Poros Yogyakarta – Bali

YOGYAKARTA, JOGPAPER.NET — Universitas Widya Mataram (UWM), Universitas Warmadewa Denpasar (UWD), dan Universitas Udayana (Unud) Bali sepakat membentuk kaukus Yogyakarta – Bali dalam bentuk kerjasama antaruniversitas. Kerjasama ini dimaksudkan untuk mengimplementasikan kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Wakil Rektor Bidang Akademik  Dr Jumadi, SE, MM menjelaskan UWM dan UWD sepakat menandatangani kerjasama antara Fakultas Sain dan Teknolgi (FST) UWM dan Fakultas Teknik UWD. “Kerjasama itu dalam rangka  pemantapan pelaksanaan kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Universitas Widya Mataram,” kata Jumadi, Sabtu (19/11/2021).

Lebih lanjut Jumadi mengatakan UWM melakukan studi banding ke UWD dan Unud Bali Senin-Jumat (15-19/11/2021). Tim kerjasama dipimpinan Jumadi, dengan anggota Dekan FST, Prof Dr Ir Ambar Rukmini MP yang sekaligus sebagai Ketua Task Force Kompetisi Hibah Program Kompetisi Kampus Merdeka Universitas Widya Mataram, Wakil Dekan Bidang Akademik Ir Suharno, MT, Ir Tri Yuniastuti MT dan Dr Satrio HB Wibowo selaku dosen dan koordinator pengembangan  kurukulum program PKKM, serta Tosan Suryo Adi selaku Ketua Tata Usaha FST.

Rombongan UWM disambut Dekan Fakultas Teknik UWD Prof Dr Ir I Wayan Runa MT, didampingi Kepala Prodi Arsitektur I Nyoman Made Maha Putra, ST, MSc, PhD. serta seluruh staf pengajar Program Studi Arsitektur Warmadewa. “Saya berharap penandatanganan kerjasama ini bisa berdampak positif untuk kedua belah pihak,” harap Jumadi.

Sedang Dr Satrio HB Wibowo menambahkan kerjasama ini akan segera direalisasikan. Kegiatan pertama yang akan segera dilakukan adalah pertukaran mahasiswa. “Diharapkan kegiatan tersebut dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa,” kata Satrio. 

Sementara kunjungan ke Program Studi Arsitektur Universitas Udayana, rombongan UWM diterima langsung Kepala Prodinya, Prof Dr Ir AA Ayu Oka Saraswati, MT.  Dalam pertemuan itu didiskusikan mengenai implementasi kurikulum MBKM.

Prof Oka Saraswati menjelaskan implementasi kurikulum MBKM masih memerlukan kajian lanjut dan mendalam untuk penyempunaan. Hal tersebut dilakukan karena masih banyak kendala dalam implementasinya.  Dalam pertemuan tersebut kedua belah pihak menjajaki kemungkinan kerjasama terkait dengan pengembangan kurikulum MBKM dan pertukaran mahasiswa UWM dan Unud.

About The Author

Reply