‘UII BumiLestari’ Tanam 1.772 Pohon

Rektor UII, Prof Fathul Wahid menanam pohon di Kampus UII, Jumat (31/12/2021). (foto : heri purwata)

YOGYAKARTA, JOGPAPER.NET — Universitas Islam Indonesia (UII) menggelorakan gerakan ‘UII BumiLestari’ dengan menanam 1.772 pohon di lingkungan Kampus UII Jalan Kaliurang km 14 Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (31/12/2021). Penanaman pohon juga diikuti Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UII di wilayah kerja mereka masing-masing di seluruh Indonesia.

Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan/Rumah Gagasan (BPP/RG) UII, Dr Ing Ir Ilya Fadjar Maharika, MA, IAI mengatakan UII dikenal dengan slogan Islam rahmatan lil ‘alamin yang selaras dengan aktivitas cinta lingkungan. Karena itu, UII berupaya memperbanyak ruang terbuka hijau dengan menanam pohon. “Ini sebagai proses implementasi penghijauan kembali gedung-gedung yang ada,” kata Ilya.

Bacaan Lainnya

Ia menargetkan akan menanam sebanyak 847 pohon besar dan kecil dan 968 pucuk tanaman lain. Sehingga akumulasi kurang lebih 1.772 pucuk tanaman baik itu yang sudah tertanam ataupun yang masih dalam proses penanaman.

Sedang Dr Ari Yusuf Amir, SH, MH, Sekretaris Jenderal (Sekjen) IKA UII yang berada di Cikeas mengatakan langkah gerakan ‘UII BumiLestari’ merupakan langkah yang tepat. “Sangat penting kita untuk menjaga alam semesta dari bencana: polusi udara, banjir, efek rumah kaca, dan lainnya,” kata Ari.

Dikatakan Ari, alumni juga turut dalam penanaman pohon di berbagai daerah Indonesia. Ada 2.000 bibit pohon yang ditanam secara bersamaan oleh aggota IKA UII. IKA UII regional Jawa Tengah menjadi yang paling dominan dalam hal sumbangsih pohon sebanyak 807 buah.

Sementara Rektor UII, Prof Fathul Wahid, ST, MSc, PhD mengatakan kerusakan lingkungan akibat ulah manusia dan dampaknya sudah kita rasakan. Karena itu, Rektor UII mengajak semua pihak untuk ikut mengatasi permasalahan lingkungan.

Fathul mencoba berinovasi dalam mewujudkan kampus yang lebih ramah lingkungan. Proses pembangunan kampus salah satunya. Konsep dan prioritas ruang hijau menjadi bukti ikhtiarnya. Penghijauan ini bukanlah tanpa sebab. Ia mengutip sebuah survei yang mengungkap bahwa kedekatan diri dengan lingkungan membuat orang tidak kesepian.

UII juga terus menggerakkan digitalisasi sebagai bagian mengurangi penggunaan sumber daya yang tidak ramah lingkungan. Melalui digitalisasi, penggunaan kertas ketika rapat semakin berkurang karena dokumen lebih kerap dibagikan secara digital. “Digitalisasi sangat membantu untuk menegaskan akan kesadaran lingkungan kita. Semoga ikhtiar kecil ini menjadi pintu kebaikan di masa yang akan datang,” kata Fathul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.