Sri Kusumadewi : Penelitian Lulusan Pascasarjana Wajib Jadi Solusi

Muhammad Subhan Iswahyudi menyampaikan materi kuliah secara Daring, Sabtu (19/9/2026). (foto : istimewa)
Muhammad Subhan Iswahyudi menyampaikan materi kuliah secara Daring, Sabtu (19/9/2026). (foto : istimewa)

YOGYAKARTA, JOGPAPER.NET — Prof Dr Sri Kusumadewi, SSi, MT, Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) Yogyakartaa menandaskan hasil penelitian lulusan Pascasarjana dan Program Profesi wajib menjadi solusi yang relevan dengan kebutuhan industri. Sebab saat ini, masih terdapat kesenjangan antara dunia akademik dan industri.

Sri Kusumadewi mengemukakan hal tersebut saat membuka Kuliah Umum bertajuk ‘From Research to Industrial Impact: Bridging Academia and Industry’ di Gedung KH Mas Mansyur, FTI UII Yogyakarta, Sabtu (19/6/2026). Kuliah Umum diikuti mahasiswa baru program Doktor, Magister, dan Profesi Insinyur di lingkungan FTI UII. Mahasiswa berasal dari Program Doktor Rekayasa Industri, Doktor Informatika, Magister Teknik Industri, Magister Informatika, Magister Rekayasa Elektro, Magister Teknik Kimia, dan Profesi Insinyur.

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut Sri Kusumadewi mengatakan kesenjangan dunia akademik dan industri, di antaranya, relevansi topik riset, kecepatan adopsi inovasi, serta kesiapan sumber daya manusia menghadapi kebutuhan industri yang berkembang. Karena itu, mahasiswa Pascasarjana dan Profesi Insinyur dituntut agar hasil penelitiannya mempersempit kesenjangan tersebut.

Kuliah umum, kata Sri Kusumadewi, FTI UII ingin mempertemukan perspektif akademik dan praktisi industri. “Mahasiswa baru diharapkan memperoleh gambaran mengenai keterkaitan antara riset dengan kebutuhan industri sekaligus memahami bagaimana riset dapat dikembangkan agar lebih aplikatif dan memberikan dampak,” kata Sri Kusumadewi.

Sedang Dr Ir Muhammad Khafidh, ST, MT, IPP, Wakil Dekan Bidang Akademik, Riset, dan Rekognisi FTI UII menambahkan Kuliah Umum ini dimaksudkan membantu mahasiswa merancang arah riset dan karier yang relevan dengan kebutuhan industri. FTI UII juga menempatkan kegiatan ini sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan kolaboratif dengan dunia industri, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia dan riset terapan.

Kuliah Umum, kata Muhammad Khafidh, menghadirkan dua narasumber yaitu pertama, Dr Muhammad Subhan Iswahyudi, General Manager Telkom Corporate University. Kedua, Mukhammad Andri Setiawan, ST, MSc, PhD, Ketua Program Studi Informatika, Program Sarjana FTI UII.

Muhammad Subhan Iswahyudi mempresentasikan materi berjudul ‘From Research to Industrial Impact: Bridging Academia and Industry.’ Subhan menjelaskan pengalaman Telkom menggunakan pendekatan terpadu terhadap pembelajaran, inovasi, dan penelitian melalui kerangka Lima D mereka (Define, Design, Develop, Deploy, and Delivery). “Riset akademik perlu dimulai dari persoalan nyata yang dihadapi industri dan masyarakat agar hasilnya tidak berhenti hanya sebagai publikasi. Kesenjangan antara riset akademik dan kebutuhan industri masih menjadi persoalan,” kata Subhan.

Subhan menjelaskan jarak tersebut antara lain terlihat dari relevansi topik penelitian, kecepatan adopsi inovasi, dan kesiapan sumber daya manusia. Karena itu, mahasiswa pascasarjana dan profesi perlu memiliki kemampuan menerjemahkan hasil penelitian menjadi solusi yang memberikan dampak.

Di Telkom, tambah Subhan, riset dan inovasi mulai dikelola secara lebih sistematis. Kebijakan resmi riset dan inovasi ditetapkan pada 2022 sebagai bagian dari fungsi Learning and Development. Pengelolaan kemudian dipusatkan melalui Indonesia Telecommunication and Digital Research Institute (ITDRI) di bawah Telkom Corporate University.

Telkom membagi riset dan inovasi berdasarkan Three-Horizons of Research and Innovation Framework. Horizon pertama, berfokus pada pasar yang telah dikenal dan siap menerapkan solusi. Horizon kedua, berkaitan dengan adopsi teknologi pada pasar yang sebagian telah diketahui. Sedang horizon ketiga, berisi riset eksploratif pada pasar yang belum diketahui dan menjadi ruang kolaborasi akademia yang lebih besar.

Dalam proses inovasi, ide melewati tahapan Define, Design, Develop, Deploy, dan Delivery. Setiap perpindahan tahap dipantau melalui monitoring dan evaluasi serta sidang komite, sementara pembelajaran dicatat dalam IdeaBox. “Peluang kolaborasi Telkom Corporate University dengan FTI UII dapat melalui riset bersama lintas bidang, forum publikasi dan presentasi riset, serta jalur magang dan penempatan talenta mahasiswa pascasarjana dan profesi,” kata Subhan. (*)