YOGYAKARTA, JOGPAPER.NET — Kehadiran Artificial Intelligence atau Akal Imitasi (AI) membuat usia bisnis seseorang menjadi lebih pendek. Sebab dengan bantuan AI, seseorang yang lain bisa meniru segala bisnis yang sudah berkembang dan bahkan bisnis yang muncul belakangan lebih bagus. .
Karena itu, Program Studi Manajemen Rekayasa, Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) membekali mahasiswa agar memiliki kemampuan dan menjadi ahli di bidang soft engineering. Kemampuan ini sangat dibutuhkan agar bisa mengatur bisnis yang memiliki usia lebih panjang dan berkelanjutan.
Dr Ir Agus Mansur, ST, M Eng Sc, IPU, ASEAN Eng, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Keislaman, dan Kealumnian FTI UII mengungkapkan hal tersebut kepada wartawan secara Daring, Kamis (10/9/2026). Tampaknya masyarakat mulai menyadari tentang soft engineering sehingga minat masuk Prodi Manajemen Rekayasa UII mengalami peningkatan lebih dari 100 persen.
“Di era Artificial Intelligence (AI), muncul kreativitas menciptakan produk itu kira-kira kapan harus diluncurkan dan kapan harus ditarik. Nah ini orang Manajemen Rekayasa yang ahli di situ. Ini yang membuat ketertarikan masyarakat pada Prodi Manajemen Rekayasa,” kata Agus Mansur.
Kenaikan peminat pada Prodi Manajemen Rekayasa UII juga dipengaruhi belum banyak perguruan tinggi lain memilikinya. “Di Jawa Tengah dan DIY, baru UII yang memiliki Prodi Manajemen Rekayasa,” kata Agus Mansur.
Agus Mansur menambahkan tahun ajaran baru 2026/2027, FTI UII menyambut 1.277 mahasiswa baru. Mereka terdiri dari Program Studi Sarjana 1.090 mahasiswa, Program Studi Profesi 87 orang, Program Studi Magister 78 mahasiswa, dan Program Studi Doktor sebanyak 22 mahasiswa.
Mahasiswa baru, kata Agus, datang dari berbagai daerah di Indonesia dan sejumlah negara. “Kehadiran mahasiswa dengan latar belakang yang beragam menjadi bagian dari upaya FTI UII membangun lingkungan pembelajaran yang terbuka terhadap perspektif dan pengalaman yang berbeda,” katanya.
Para pendiri UII, kata Agus, mencetuskan secara jelas bahwa UII tidak hanya mencetak para scientist, tetapi UII juga disiapkan untuk menjadi para pemimpin. Di kampus ini, para mahasiswa nanti akan belajar tentang science, belajar tentang agama tentu saja, dan belajar tentang soft skill mereka supaya terasah menjadi manusia-manusia yang mampu mandiri. ‘Lulusan UII diharapkan mampu menjadi manusia yang tidak hanya bisa menyelesaikan solusi. Tetapi menjadi manusia-manusia inovatif yang bisa memiliki cara-cara baru untuk mengatasi masalahnya,” tandas Agus Mansur. (*)
