PWI-GAPKI Wujudkan Industri Sawit Berdaulat di Perekonomian Indonesia

Edy Martono (kiri) menyerahkan kenang-kenangan berupa Buku '45 Tahun GAPKI untuk Negeri kepada Hudono. (foto : heri purwata)
Edy Martono (kiri) menyerahkan kenang-kenangan berupa Buku '45 Tahun GAPKI untuk Negeri kepada Hudono. (foto : heri purwata)

YOGYAKARTA, JOGPAPER.NET — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) bertekad mewujudkan industri kelapa sawit berdaulat pada perekonomian Indonesia. Salah satunya, menulis dan menayangkan pemberitaan yang berimbang, edukatif, berbasis data, sekaligus mendorong tata kelola industri sawit yang berkelanjutan.

Demikan benang merah Workshop Jurnalistik PWI-GAPKI bertema “Sinergi Pers-Industri Sawit untuk Kedaulatan, Keadilan dan Kemakmuran Indonesia” di Yogyakarta, Jumat (28/8/2026). Workshop diikuti wartawan dari berbagai media yang ada di Yogyakarta.

Bacaan Lainnya

Workshop dihadiri Ketua Umum PWI Pusat, Ahmad Munir; Ketua PWI DIY, Hudono; dan Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Edy Martono. Workshop menghadirkan narasumber kompeten yaitu pakar hukum ekonomi Universitas Jember (Unej), Prof Dr Ermanto Fahamsyah; pakar ekonomi INDEF, Prof Dr. Bustanul Arifin, dan Wakil Ketua Bidang Pendidikan PWI Pusat, Dr Agus Sudibyo.

Ketua PWI DIY, Hudono mengatakan Workshop ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan pemahaman wartawan terhadap industri kelapa sawit secara lebih komprehensif. Menurutnya, meskipun Yogyakarta tidak memiliki perkebunan sawit, berbagai isu mengenai sawit tetap menjadi perhatian publik karena Yogyakarta merupakan salah satu pusat informasi dan pendidikan.

“Isu sawit ini memang sangat sensitif. Namun dengan prinsip-prinsip jurnalistik yang terus kita tegakkan, pemberitaan tentang sawit akan berimbang, edukatif, dan bermanfaat bagi masyarakat,” kata Hudono.

Hudono menilai wartawan perlu memahami persoalan sawit tidak secara parsial, melainkan dari berbagai aspek, mulai budidaya, kebijakan, hukum, pengolahan, perdagangan, hingga ekspor. Hudono mengapresiasi GAPKI yang secara aktif memberikan pemahaman kepada wartawan mengenai industri sawit.

Menurutnya, pemahaman yang utuh akan membantu media menghasilkan pemberitaan yang tidak terjebak pada isu secara sepotong-sepotong. “Kalau wartawannya tidak bisa menulis tentang sawit, tentu masyarakat juga akan bingung. Inilah momentum yang sangat bagus melalui workshop tentang jurnalisme sawit,” katanya.

Hudono berharap kolaborasi PWI dan GAPKI tidak berhenti pada kegiatan workshop saja. Tetapi terus berkembang dalam berbagai bentuk kerja sama yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sementara Ketua GAPKI, Edy Martono menegaskan pentingnya peran pers dalam memberikan informasi yang utuh mengenai kontribusi industri kelapa sawit bagi Indonesia. Edy Martono menyebut sawit sebagai salah satu komoditas strategis yang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.

Menurut Edy, industri sawit memiliki keterkaitan yang luas dengan kehidupan masyarakat. Berbagai produk yang digunakan sehari-hari, mulai sabun, sampo, kosmetik, hingga produk pangan, memiliki keterkaitan dengan minyak sawit. “Dari bangun tidur sampai tidur lagi, kita ketemu produk sawit,” kata Edy.

Edy Martono juga menyampaikan industri sawit memiliki kontribusi besar dalam penyerapan tenaga kerja. Berdasarkan paparannya, sekitar 16 juta orang terlibat dalam industri tersebut.

Selain aspek ekonomi, Edy menyoroti pentingnya pengelolaan lingkungan, terutama dalam menghadapi persoalan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Edy mengatakan anggota GAPKI turut melakukan upaya pencegahan dan membantu pemerintah dalam penanganan kebakaran di sejumlah daerah.

Selama ini, kata Edy, kampanye negatif terhadap sawit akan terus menjadi tantangan. Karena itu, industri sawit membutuhkan pemberitaan yang berimbang dan didukung fakta serta data. Sehingga kerjasama PWI dan GAPKI menjadi penting untuk mengeliminir kampanye negatif. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *