YOGYAKARTA, JOGPAPER.NET — Program Studi Manajemen Rekayasa, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia (FTI UII) mempersiapkan mahasiswa menjadi product designer yang menguasai User-Centered Design (UCD) dan memahami User Experience (UX). Sebab mahasiswa dibekali teori dan praktek yang memadahi agar desain mahasiswa benar-benar disukai konsumen.
Salah satu pemberian bekal kepada mahasiswa melalui Webinar bertema ‘Siap Jadi Product Designer? Yuk Kenali Dunianya bersama Manajemen Rekayasa UII,’ Sabtu (29/12/2025). Narasumber Webinar Ratih Dianingtyas Kurnia PhD, Dosen Prodi Manajemen Rekayasa FTI UII. Ratih Dianingtyas memiliki kompetensi dalam bidang perancangan produk: desain berbasis pengguna, dan sistem inovasi.
Ratih Dianingtyas menjelaskan konsep fundamental dalam perancangan produk modern menggunakan pendekatan Desain Berpusat pada Pengguna atau User-Centered Design (UCD). Desain produk bukan hanya persoalan estetika, tetapi berakar pada pemahaman mendalam terhadap kebutuhan, perilaku, dan konteks pengguna.
“Desain yang baik adalah desain yang menyederhanakan interaksi, mengurangi beban kognitif, serta memberikan pengalaman penggunaan yang intuitif dan nyaman, bukan sekadar menambah fitur tanpa nilai tambah,” kata Ratih.
Selain itu, tambah Ratih, mahasiswa juga wajib memahami User Experience (UX) dan penerapan lima tahapan Design Thinking (empathize, define, ideate, prototype, dan test). Hal ini menjadi kunci dalam menghasilkan solusi yang relevan dan bermanfaat.
“Inti dari seluruh proses ini adalah empati dan keberpihakan kepada pengguna, sehingga setiap keputusan desain lahir dari kebutuhan nyata, bukan asumsi,” tandas Ratih Dianingtyas.
Menurut Ratih, mahasiswa yang menguasai UCD, UX, dan proses desain yang sistematis, diharapkan dapat berkontribusi dalam menciptakan inovasi yang bermakna dan berdampak. “Sehingga ke depan, mereka tidak hanya menjadi perancang produk yang kreatif, tetapi juga menjadi inovator yang mampu menghadirkan kenyamanan, kebermanfaatan, dan pengalaman penggunaan yang unggul bagi masyarakat,” kata Ratih. (*)
