NF Wardaningrum, Pembicara Termuda di Konferensi Onkologi Radiasi Internasional Austria

Noor Fahima Wardaningrum saat berbicara di The International Conference on Advanced Radiation Oncology (ICARO-4) di Vienna, Austria. (foto : istimewa)
Noor Fahima Wardaningrum saat berbicara di The International Conference on Advanced Radiation Oncology (ICARO-4) di Vienna, Austria. (foto : istimewa)

YOGYAKARTA, JOGPAPER.NET — Noor Fahima (NF) Wardaningrum, mahasiswa Program Studi Teknik Nuklir Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, menjadi pembicara termuda pada The International Conference on Advanced Radiation Oncology (ICARO-4) di Vienna, Austria, Senin-Kamis (2-5/7/2025). Konferensi tersebut diselenggarakan The International Atomic Energy Agency (IAEA).

Dalam konferensi tersebut mempresentasikan hasil penelitian berjudul ‘Urgency of Implementing Gamification in Microdosimetry Education for Proton Therapy in the Department of Nuclear Engineering and Engineering Physics Universitas Gadjah Mada.’ Penelitian tersebut kerjakan bersama dua rekannya, Marchelino Chrisrichy Cosmo Hutama dan Hanif Riadi.

Bacaan Lainnya

“Penelitian ini dimaksudkan untuk mengevaluasi urgensi pemanfaatan gamifikasi dalam pembelajaran mikrodismetri bagi mahasiswa Teknik Nuklir UGM, khususnya pada konsentrasi fisika medis untuk meningkatkan kapabilitas calon fisikawan medis di Indonesia dalam mempelajari terapi proton,” kata Noor Fahima Wardaningrum.

Noor Fahima menjelaskan ICARO-4 merupakan forum ilmiah bergengsi yang mempertemukan para profesional kesehatan, ilmuwan, dan fisikawan medis dari seluruh dunia untuk mendiskusikan perkembangan teknologi radioterapi terkini serta tantangan dalam penerapannya. Konferensi ini diikuti perwakilan dari 114 negara anggota IAEA dan bertujuan mendukung peningkatan akses layanan kanker berkualitas melalui inovasi radioterapi.

Noor Fahima menambahkan penampilannya mendapat apresiasi dari berbagai delegasi. Salah satunya, Hany Ammar, Konsultan Fisika Medis dari Children’s Cancer Hospital, Mesir. “Presentasi yang sangat bagus dan menarik. Jarang sekali mahasiswa sarjana yang masih sangat muda bisa tampil seperti ini. Kamu harus bangga,” kata Hany Ammar.

Pujian serupa disampaikan Prof Manjit Dosanjh, pakar fisika medis dari University of Oxford, Inggris. “Presentasimu sangat baik dan inspiratif. Menyenangkan melihat semangat belajar dari generasi muda,” kata Manjit Dosanjh.

Selain itu, kata Noor Fahima, delegasi dari berbagai negara, seperti Qatar, India, Australia, Nigeria, Malaysia, dan Kanada juga turut memberikan apresiasi terhadap presentasi yang disampaikan. Dukungan datang pula dari dr Angela Giselvania, Spesialis Onkologi Radiasi RSCM Jakarta, yang menyatakan kebanggaannya terhadap pencapaian mahasiswa UGM, “Masih mahasiswa sarjana, tapi mampu terpilih sebagai pembicara lisan dalam forum internasional. Ini luar biasa,” kata Angela Giselvania.

Menurut Noor Fahima, kesempatan menjadi pembicara di forum internasional menjadi pengalaman berharga sekaligus tonggak awal baginya untuk terus berkembang di level global. “Pencapaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Teknik Nuklir UGM mampu bersaing dan berinovasi di kancah internasional,” kata Noor Fahima. (*)