Rektor UII : Wisuda Bukan Garis Finish Proses Pembelajaran

Rektor UII, Hari Purnomo mewisuda lulusan di Auditorium Abdul Kahar Mudzakkir Kampus Terpadu UII Yogyakarta, Sabtu (27/6/2026). (foto : istimewa)
Rektor UII, Hari Purnomo mewisuda lulusan di Auditorium Abdul Kahar Mudzakkir Kampus Terpadu UII Yogyakarta, Sabtu (27/6/2026). (foto : istimewa)

YOGYAKARTA, JOGPAPER.NETProf Dr Ir Hari Purnomo, MT, IPU, Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) menegaskan wisuda bukan garis akhir proses pembelajaran. Tetapi wisuda merupakan titik awal memasuki perjalanan hidup yang lebih luas.

Hari Purnomo mengatakan hal tersebut pada Wisuda Doktor, Magister, Sarjana dan Diploma Periode V Tahun Akademik 2025/2026, di Auditorium Abdul Kahar Mudzakkir Kampus Terpadu UII Yogyakarta, Sabtu (27/6/2026). UII mewisuda 565 lulusan yang terdiri atas tujuh lulusan program doktor, 101 lulusan program magister, 452 lulusan program sarjana, empat lulusan program sarjana terapan, dan 1 lulusan program diploma.

Bacaan Lainnya

“Hingga saat ini, UII telah meluluskan 137.931 alumni yang tersebar di berbagai sektor strategis dan terus mengambil peran dalam pembangunan bangsa, pengembangan ilmu pengetahuan, serta kemajuan masyarakat,” kata Hari Purnomo.

Lebih lanjut Hari Purnomo mengatakan saat ini wisudawan telah menyelesaikan satu tahap pendidikan. Selanjutnya, wisudawan akan memulai proses belajar yang sesungguhnya di dunia profesional dan pengabdian.

Prosesi wisuda di Auditorium Abdul Kahar Mudzakkir Kampus Terpadu UII Yogyakarta, Sabtu (27/6/2026). (foto : istimewa)

Hari Purnomo menambahkan pendidikan sejati tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Namun berlangsung di luar kelas yang terus bertumbuh melalui pengalaman, tantangan, karya, dan pengabdian kepada masyarakat yang berlangsung sepanjang hayat.

“Gelar yang Saudara peroleh hari ini bukanlah garis akhir, melainkan amanah untuk terus belajar, beradaptasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi lingkungan di mana Saudara berada. Saudara sekalian akan memasuki dunia yang bergerak sangat cepat, ditandai oleh perkembangan teknologi, kecerdasan artifisial, transformasi ekonomi, hingga dinamika sosial global yang menghadirkan tantangan baru yang belum pernah dihadapi generasi sebelumnya,” kata Hari Purnomo.

Selain itu, kata Hari, tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut hadirnya generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga tangguh secara mental dan kokoh secara spiritual. “Psikolog pendidikan Carol Dweck melalui konsep growth mindset menjelaskan individu yang meyakini kemampuannya dapat terus berkembang melalui usaha, pembelajaran, dan ketekunan akan lebih siap menghadapi perubahan, mengatasi berbagai tantangan, serta bangkit dari kegagalan,” katanya.

Menurut Hari, kegagalan bukan akhir dari perjalanan, melainkan bagian dari proses belajar yang membentuk ketangguhan dan kematangan diri. Setiap kesulitan yang dihadapi hendaknya menjadi pendorong untuk terus melangkah, belajar, beradaptasi, dan memperbaiki diri. “Dengan sikap tersebut, Saudara akan lebih siap menghadapi perubahan dan berbagai tantangan di masa depan,” pesan Hari Purnomo. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *