Program Studi Profesi Apoteker UII Raih Akreditasi Unggul

YOGYAKARTA, JOGPAPER.NET — Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Indonesia (FMIPA UII) meraih akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM PTKES). Akreditasi Unggul tertuang dalam Surat Keputusan Nomor 0416/LAM-PTKES/Akr/Pro/X/2021 tanggal 15 Oktober 2021.

“Informasi di website LAM PTKES tentang status Akresitasi Unggul diperoleh pada Senin, 25 Oktober 2021,” kata Ketua Program Studi Profesi Apoteker FMIPA UII, Dr apt Farida Hayati, SSi, MSi, Selasa (26/10/2021).

Dijelaskan Farida, perjuangan mendapatkan akreditasi unggul dengan mengimplementasikan sistem mutu dalam setiap aspek penyelenggaraan pendidikan di PSPA. Selain itu, meningkatkan kualitas mutu pembelajaran, khususnya praktek kerja untuk menciptakan lulusan yang profesional dan memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan pembelajaran.

“Sebelum ini PSPA UII telah mendapatkan akreditasi A dari LAM PTKES yang habis masa berlaku SK-nya pada bulan Januari 2022. Alhamdulillah kali ini mendapatkan Akreditasi Unggul,” kata Farida dengan penuh kegembiraan.

Lebih lanjut Farida mengatakan pencapaian Akreditasi Unggul harus disyukuri dengan karya nyata, dan selalu berkomitmen pada kesempurnaan dalam menjaga kualitas lulusan. PSPA FMIPA UII berkomitmen menghasilkan lulusan berkualitas dengan kemampuan akademik yang kompeten, serta menguasai softskill pendukung.

Proses pembelajaran, kata Farida, ditekankan pada praktek yang dilengkapi dengan penyelesaian kasus riil kefarmasian. Pembelajaran ini untuk membentuk lulusan yang lebih siap mengarungi dunia kerja.

“Keunggulan kurikulum PSPA UII adalah di bidang promosi kesehatan serta adanya Inter Profesional Education (IPE) dalam proses pembelajaran. Kolaborasi antar tenaga kesehatan perlu dipupuk sejak masa pembelajaran melalui IPE. Saat ini untuk pelaksanaan IPE, PSPA telah menggandeng Poltekkes Kemenkes Yogyakarta sebagai mitra,” katanya.

Keunggulan lain, tambah Farida, adalah bidang promosi kesehatan didukung pembelajaran dengan metode Problem Based Learning (PBL) didukung fasilitas ruang tutorial dan gedung OSCE untuk melaksanakan assessment.

“Implementasi proses pendidikan didukung kerjasama dengan mitra untuk pelaksanaan pendidikan praktek di PSPA. Saat ini praktek di PSPA dilaksanakan di apotek, rumah sakit, industri, pedagang besar farmasi (PBF), Puskesmas, Dinas Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM),” tambahnya.

Menurut Farida, sorang apoteker harus pintar mengambil peluang inovasi, cepat memprediksi perubahan dan memiliki digital skill. Prodi Profesi Apoteker UII menyiapkan lulusan melalui proses pembelajaran dengan metode Problem Based Learning (PBL) dan Praktek Kerja di instansi Rumah Sakit, Apotik, PBF, Puskesmas, Industri dan BPOM.

“Metode pembelajaran yang digunakan selain memperkuat keilmuan juga mengasah softskill yang dibutuhkan dalam menghadapi persaingan dunia kerja. Persiapan menghadapi Uji Kompetensi Apoteker Indonesia (UKAI) juga dilakukan secara sistematis,” katanya.

Sumpah Apoteker

PSPA FMIPA UII, kata Farida, menambah 66 apoteker baru. Mereka akan melaksanakan sumpah apoteker di Auditorium Kahar Muzakir, Kampus Terpadu UII, Rabu (3/11/2021) mendatang. Periode sumpah kali ini sangat menggembirakan sekaligus membanggakan, karena terdapat tiga lulusan terbaik yang mendapatkan predikat Summa Cumlaude atas nama apt Senya Amalia Puteri, SFarm, apt Lia Nurkhasanah, SFarm dan apt Ulyatul Khoeroh, SFarm.

Ketiganya mendapatkan apresiasi berupa pin emas dan Catur Dakwah Crane (CDC) Award. Pin emas merupakan bentuk apresiasi dari UII atas prestasi yang telah dicapai, dan CDC Award berupa trophy dan hadiah sebesar Rp 1,5 juta yang merupakan apresiasi dari PT Catur Dakwah Crane Farmasi.

“Pemberian CDC Award merupakan salah satu implementasi kerjasama dengan PT Catur Dakwah Crane Farmasi yang merupakan salah satu mitra PSPA UII. PT Catur Dakwah Crane Farmasi merupakan industri farmasi yang concern di bidang pendidikan apoteker,” jelasnya.

About The Author

Reply