P2A Meeting Kuatkan Kolaborasi Pendidikan Tinggi ASEAN

Pembukaan Passage to ASEAN (P2A) 9th Annual General Meeting di Auditorium Prof KH Abdul Kahar Mudzakkir, Kampus Terpadu UII, Kamis (20/11/2025). (foto : heri purwata)
Pembukaan Passage to ASEAN (P2A) 9th Annual General Meeting di Auditorium Prof KH Abdul Kahar Mudzakkir, Kampus Terpadu UII, Kamis (20/11/2025). (foto : heri purwata)

YOGYAKARTA, JOGPAPER.NET Passage to ASEAN (P2A) 9th Annual General Meeting yang diselenggarakan di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta menguatkan kolaborasi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Pertemuan yang berlangsung selama empat hari Rabu -Ahad (19-23/11/2025) fokus pada pengembangan Artificial Intelligence (AI) peningkatan ekonomi dan pengetahuan.

“Universitas itu memiliki peran penting atau kunci terhadap perkembangan ekonomi negara dan AI. Karena itu, masing-masing universitas harus bisa menghasilkan knowledge atau pengetahuan yang khusus,” kata Prof Stella Christie, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Indonesia saat menjadi pembicara kunci pada acara tersebut, Kamis (20/11/2025).

Bacaan Lainnya

Selanjutnya, 150 perguruan tinggi yang tergabung pada P2A berkolaborasi untuk menarik investasi. Kemudian dana investasi itu digunakan untuk membangun infrastruktur yang diharapkan dapat menghasilkan pengetahuan yang lebih banyak.

Artificial Intelligence (AI) dilahirkan dari universitas. Semua AI itu dilahirkan dari inovasi dari ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Contohnya, Google itu hasil riset PhD Larry Page dan Sergey Brin di Universitas Stanford California, USA tahun 1998,” kata Stella.

Pertemuan tahunan ini merupakan hasil kolaborasi antara UII dan P2A Secretariat yang berbasis di Duy Tan University, Vietnam. Dr Hang Le, Director of P2A Secretariat berperan penting dalam perumusan arah, penyelarasan program, serta penyiapan peta jalan jaringan P2A ke depan.

P2A merupakan jaringan pendidikan tinggi ASEAN yang berfokus pada fasilitasi mobilitas mahasiswa, kolaborasi akademik, dan pertukaran budaya, dengan visi membangun ‘One Vision, One Identity, One Community.’ Saat ini, P2A menaungi 150 universitas anggota dari Vietnam, Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Thailand, dan Singapura.

Pertemuan kali ini dihadiri 79 perwakilan anggota P2A se-ASEAN dan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah V, Prof Setyabudi Indartono PhD. Pertemuan dibuka Dr Wiryono Raharjo, Wakil Rektor Bidang Kemitraan dan Kewirausahaan UII sekaligus P2A Director for Entrepreneurship and Innovation.

Wiryono menegaskan forum ini merupakan momentum penting bagi institusi pendidikan kawasan untuk bersama-sama menavigasi dinamika besar yang dibawa oleh perkembangan teknologi baru. UII merasa terhormat menjadi tuan rumah bagi P2A 9th 9th Annual General Meeting.

Forum ini, kata Wiryono, bukan hanya mempertemukan para pemimpin dan praktisi pendidikan. Tetapi juga menjadi ruang untuk menyusun langkah nyata menghadapi transformasi pendidikan tinggi di era AI. “Kolaborasi lintas negara adalah fondasi penting untuk membangun ekosistem pendidikan ASEAN yang kompetitif dan adaptif,” kata Wiryono. (*)