YOGYAKARTA, JOGPAPER.NET — Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), Fathul Wahid mengungkapkan rahasia keberhasilannya menarik calon mahasiswa baru. Salah satunya, pendekatan values for value yang dapat meningkatkan jumlah calon mahasiswa baru dari tahun ke tahun.
Rektor UII mengungkapkan hal tersebut pada Rapat Terbuka Senat Milad ke-83 di Auditorium KH Abdul kahar Muzakkir, Kampus Terpadu UII, Jalan Kaliurang Km 14,5 Yogyakarta, Senin (19/1/2026). Milad UII ke-83 mengangkat tema ‘Harmoni untuk Jejak Lestari.’
“Penerimaan mahasiswa baru pada tahun 2025 menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. UII berhasil menarik 16.362 pendaftar pada program sarjana dan diploma, lebih tinggi dibandingkan capaian tahun sebelumnya,” kata Fathul Wahid.
Selama kepemimpinnya, kata Fathul Wahid, tren mahasiswa baru UII jenjang sarjana dan diploma periode 2018–2025 menunjukkan dinamika yang relatif stabil dengan fluktuasi pada jumlah pendaftar dan tingkat keterisian. Tingkat keterisian cenderung tinggi dan kompetitif ini mencerminkan daya tarik UII yang tetap kuat sekaligus kemampuan pengelolaan penerimaan mahasiswa baru yang adaptif.
“Untuk memperluas alternatif jalur admisi, sejak tahun akademik 2024/2025 UII membuka jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Jumlah program studi yang menawarkan jalur ini terus bertambah dari waktu ke waktu. Pada tahun akademik 2025/2026, sebanyak 9 program studi telah bergabung dalam penyelenggaraan RPL,” kata Fathul.
Selain itu, tambah Fathul, strategi penerimaan mahasiswa baru tidak dapat terlepas dari ikhtiar pemasaran yang berkelanjutan. Publik perlu terus diingatkan dan diedukasi tentang kehadiran, kekhasan, dan prestasi UII agar tetap relevan dan dipercaya.
“Pemasaran UII dibingkai dengan pendekatan values for value, yaitu menawarkan nilai nyata agar publik merasakan manfaat yang sepadan dan tumbuh kepercayaan jangka panjang,” tandas Fathul.
Selain itu, kata Fathul Wahid, pemasaran juga didasarkan pada pendekatan berbasis data. Data 2025 menunjukkan dua sumber informasi utama tentang UII berasal dari orang tua/saudara/keluarga (68,0%) dan media sosial (51,4%). “Data ini menegaskan perlunya pemasaran berbasis data yang memprioritaskan penguatan word-of-mouth keluarga serta strategi komunikasi di media sosial sebagai kanal paling berdampak,” katanya. (*)
