MTI UII Lepas Tujuh Lulusan, Mereka Menguasai Business Intelligence

Pelepasan tujuh lulusan MTI UII oleh Winda Nur Cahyo, Ketua Prodi MTI UII. (foto : heri purwata)
Pelepasan tujuh lulusan MTI UII oleh Winda Nur Cahyo, Ketua Prodi MTI UII. (foto : heri purwata)

YOGYAKARTA, JOGPAPER.NET — Program Studi Magister Teknik Industri (Prodi MTI) Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia (FTI UII) melepaskan tujuh lulusan. Mereka yang telah dibekali Business Intelligence (BI) mengikuti wisuda yang berlangsung di Auditorium Kahar Mudzakkir Kampus UII Terpadu, Ahad (26/4/2026).

Ketujuh lulusan adalah Muhammad Kaswa, Violita Indar Pramuthia, Dwinaz Fadzil Muhammad, Karina Fitriani, Fatahilla Ahmad, Dendi Permana, dan Hayunda Nur Annisa. Dwinaz Fadzil Muhammad sebagai peraih Indek Prestasi Komulatif (IPK) tertinggi 3,91.

Bacaan Lainnya

Menurut Fatahilla Ahmad, karyawan PT Pasific Nusantara, Cikarang, Jawa Barat merasa sangat beruntung bisa meraih gelar Magister di MTI UII. Sebab mata kuliah di MTI UII sangat membantu kelancaran dalam menyelesaikan pekerjaan kantornya.

Salah satunya, kata Fatahilla, mata kuliah Manajemen Proyek. Mata kuliah ini berkaitan dengan pekerjaan kantor yaitu Bisnis Intelegence yang membahas tentang driven data. “Driven Data yaitu visualisasi data untuk mencari suatu keputusan atau making decition. Mata kuliah ini sangat berguna sekali untuk Proyek Manajemen. Selain itu, ada juga soal mata kuliah Manajemen Logistik atau Supply Chain,” kata Fatahilla.

Saat ini, Fatahilla bekerja di PT Pasific Nusantara, Cikarang, Jawa Barat, bagian Satelit Controller yaitu mengontrol satelit di luar angkasa. Perusahaan tempat bekerjanya memiliki tiga satelit dan Fatahilla yang mengendalikan tiga satelit tersebut.

Sebelum menentukan pilihan MTI UII, Fatahilla telah melakukan perbandingan di beberapa perguruan tinggi. “Saya sendiri kuliah S1 bukan di Kampus bagus, sehingga saya berharap ada peningkatan. Pertimbangan untuk memilih MTI UII tahun 2024, di antaranya, biaya kuliah, akreditasi institusi, dan sistem kuliah. MTI UII sangat sesuai dengan kondisi saya,” katanya.

Sedang sistem kuliah juga mengganggu pekerjaannya. Sebab di MTI UII, Fatahilla mengikuti kelas Blok, yang dilaksanakan secara online dan offline. “Sistem Blok itu dua bulan online, dua bulan sekali datang ke kampus untuk mengikuti UTS (Ujian Tengah Semester) dan Ujian Akhir,” ujarnya.

Sedang Dendi Permana mengatakan dirinya kuliah di MTI UII fokus pada mata kuliah manufaktur. Tetapi selama kuliah di MTI UII, Dendi menggabungkan konsentrasi Manufaktur dan Supply Management.

“Saya praktisi sistem manufaktur, fokus di maintenance dan tesis saya dibimbing dosen yang memang dosen qualify di pemograman dan maintenance,” kata Dendi yang bekerja di Laboratorium Teknik Industri di Institut Teknologi Garut (ITG) Jawa Barat ini.

Winda Nur Cahyo ST, MT, PhD, Ketua Prodi MTI UII mengatalkan mahasiswa suka mata kuliah Business Intelligence. Mata kuliah ini membahas tentang mengolah data mentah menjadi keputusan yang mendukung kebijakan perusahaan.

Bincang-bincang santai saat pelepasan tujuh lulusan. (foto : heri purwata)

Data Driven Dicision Making (DDDD) merupakan salah satu keunikan Magister Teknik Industri UII. Kita memberikan pengetahuan kepada mahasiswa mengkonversi data, mengolah data. Sehingga bisa dipakai dalam pengambilan keputusan perusahaan, baik kebutuhan sehari-hari, atau pengembangan perusahaan,” kata Winda.

Di era 4.0, tambah Winda, data itu banyak sekali atau tersedia big data. Tetapi banyak perusahaan tidak aware terhadap data. Artinya, literasi terhadap data masih rendah. “Kita mengajari mahasiswa untuk meningkatkan literasi data. Sehingga ketika ada masalah, mahasiswa tahu cara mencari solusinya,” tandas Winda.

Sementara Rektor UII, Fathul Wahid mengharapkan alumni jangan menjadi orang yang paling hebat di suatu ruangan. Tetapi alumni UII wajib berusaha menjadi orang yang paling bersemangat untuk terus belajar.

Periode ini UII mewisuda sebanyak 766 lulusan dengan perincian, dua (2) dari jenjang Ahli Madya, tujuh (7) dari program Sarjana Terapan, 632 dari program Sarjana, 116 dari program Magister, dan sembilan (9) dari program Doktor.

“Kehidupan profesional bukan hanya tentang kemampuan memimpin, tetapi juga tentang kesiapan untuk dipimpin. Tidak semua orang langsung menjadi pemimpin. Bahkan sebagian besar perjalanan karier justru dimulai dari menjadi pengikut. Di sinilah karakter sering kali dibentuk tanpa disadari,” pesan Fathul Wahid. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *