Jogja Run’nShine Bakal Digelar GIK UGM Yogyakarta

Konsep Jogja Run’nShine dipresentasikan kepada masyarakat di GIK UGM Yogyakarta. (foto : istimewa)
Konsep Jogja Run’nShine dipresentasikan kepada masyarakat di GIK UGM Yogyakarta. (foto : istimewa)

YOGYAKARTA, JOGPAPER.NET — Jogja Run’nShine bakal digelar di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas Universitas Gadjah Mada (GIK UGM) Yogyakarta, Ahad (14/9/2025) mendatang. Jogja Run’nShine diselenggarakan GIK UGM bekerjasama dengan Keluarga Alumni Hukum Gadjah Mada (KAHGAMA) dan Sirah Travel.

Jogja Run’nShine merupakan ajang lari rekreasional pertama di Indonesia yang menggabungkan unsur olahraga, seni, musik, serta kuliner lokal dalam satu pengalaman. Jogja Run’nShine ini terbuka bagi semua kalangan, mulai dari pelari profesional, komunitas olahraga, mahasiswa, wisatawan, hingga keluarga.

Bacaan Lainnya

“Jogja Run’nShine mengusung konsep inklusivitas dan kebudayaan, acara ini dirancang sebagai ruang pertemuan antar masyarakat dengan latar belakang berbeda,” kata Direktur Utama GIK UGM, Alfatika Aunuriella Dini di GIK UGM Yogyakarta, Jumat (17/7/2025).

Lebih lanjut Dini menjelaskan Jogja Run’nShine terinspirasi dari semangat Jogja Renaissance yang menempatkan Yogyakarta sebagai pusat peradaban unggul berbasis ilmu pengetahuan, seni, dan nilai-nilai keberadaban. “Jogja Run’nShine bukan sekadar ajang lari. Ini adalah perayaan energi kota melalui interaksi komunitas, pertunjukan seni dan budaya, serta eksplorasi kekayaan lokal. Inilah makna renaissance yang ingin kami hidupkan kembali,” kata Dini.

Sedang Septyadi Pityanta, Race Director dari Jorace Sport Event Organizer menambahkan Jogja Run’nShine lebih dari sekadar kegiatan olahraga. Jogja Run’nShine mengusung prinsip Sinergi 5K: Kampus, Keraton, Kampung, Komunitas, dan Korporasi.

Konsep ini, kata Septyadi, diwujudkan melalui rute lari yang akan melewati titik-titik penting budaya di Kota Yogyakarta dan pelibatan beragam pemangku kepentingan. “Pendekatan lintas sektor ini diharapkan mampu menciptakan ruang partisipatif yang menghubungkan institusi pendidikan, komunitas budaya, pelaku seni, UMKM kuliner, dan sektor swasta,” kata Septyadi Pityanta.

Kekayaan budaya lokal, tambah Septyadi, juga hadir dalam bentuk visual dan artistik, mulai dari maskot acara hasil kolaborasi dengan Studio HEIMLO hingga jersey resmi yang dirancang bersama duo seniman visual TEMPA. Selain itu, acara ini turut menghadirkan pembukaan kembali Galeri Bulaksumur sebagai ruang eksplorasi imaji yang merepresentasikan konsep poros Bulaksumur-Gampingan.

Supervisor Program Experience GIK UGM, Gilang W April, menambahkan ajang ini diharapkan menjadi titik temu lintas generasi dan sektor yang memperkuat posisi Yogyakarta sebagai ruang hidup yang kreatif, sehat, dan harmonis. Jogja Run’nShine menjadi ruang untuk mempererat kolaborasi dan membangun antusiasme publik dalam merayakan kebudayaan lewat aktivitas positif dan sehat.

“Acara puncak Jogja Run’nShine akan dimeriahkan oleh musisi nasional, Sal Priadi, dan menyuguhkan berbagai kegiatan pendukung seperti pertunjukan seni, panggung musik, dan festival kuliner,” kata Gilang.

Sementara Prof Paripurna P Sugarda, Ketua Keluarga Alumni Hukum Gadjah Mada (KAHGAMA), menyambut baik penyelenggaraan Jogja Run’nShine. Kegiatan ini sebagai bentuk nyata kontribusi alumni hukum UGM dalam memperkuat semangat kebersamaan, kesehatan, dan kecintaan terhadap Yogyakarta melalui medium kreatif yang menyenangkan.

“Melalui penyelenggaraan Jogja Run’nShine, Universitas Gadjah Mada kembali menegaskan komitmennya sebagai institusi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan riset, tetapi juga menjadi motor penggerak inovasi sosial, kebudayaan, dan sinergi komunitas. Inisiatif ini mencerminkan semangat UGM dalam membangun ekosistem kampus yang hidup, terbuka, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” kata Paripurna. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *