KULONPROGO, JOGPAPER.NET — Idul Fitri merupakan jalan menuju ampunan Illahi, ampunan yang sangat agung. Sebab manusia tidak ada yang luput dari kesalahan, baik yang disadari atau tidak disadari. Ramadhan dan Idul Fitri menjadi kesempatan besar bagi manusia untuk mendapatkan ampunan dari Illahi.
Demikian diungkapkan Iwan Setiawan, Dosen Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA) pada Khotbah Idul Fitri 1447 H di Alun-alun Wates, Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (20/3/2026). Sedang Imam Idul Fitri, Mohammad Romdhon. Shalat Idul Fitri 1447 H ini diikuti Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan, pimpinan Pemkab Kulonprogo dan ribuan warga.

Lebih lanjut Iwan Setiawan yang juga Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY mengatakan manusia memiliki sifat fitri atau menyukai kesucian dari pada kotor atau dosa. Manusia pada dasarnya makhluk yang menghindarkan diri dari perbuatan dosa.
Namun dalam menjalani kehidupan, kata Iwan, manusia tidak bisa menghindarkan diri dari perbuatan salah, dosa dan khilaf. Karena itu, di hari Idul Fitri, manusia menyadari kesalahan-kesalahan dan berupaya untuk kembali ke fitrah.
Setidaknya, ada tiga persyaratan untuk kembali ke fitrah dan menjadi orang bertaqwa. Ketiga syarat itu adalah menginfakan sebagaian hartanya, menahan amarah atau emosi, dan memberi maaf pada orang lain.
“Idul Fitri merupakan jalanan ampunan karena selama bulan Ramadhan kita memeram diri, beribadah sekuat hati, mengolah jiwa raga ini. Idul Fitri bukan sekedar mengenakan baju baru, tetapi taqwa seseorang semakin bertambah,” kata Iwan. (*)
