YOGYAKARTA, JOGPAPER.NET — Sikap rendah hati membuka kesempatan belajar dari siapa pun, termasuk mereka yang memiliki latar pendidikan berbeda. Kemauan belajar yang disertai tanggung jawab dalam bekerja akan menumbuhkan kepercayaan. Karyanya akan memperlihatkan kompetensi, sedangkan cara mengerjakannya mencerminkan karakter.
Itulah pesan Rektor Univeritas Islam Indonesia (UII), Prof Dr Ir Hari Purnomo, MT, IPU, ASEAN Eng kepada wisudawan-wisudawati Periode I Tahun Akademik 2026/2027 di Yogyakarta, Sabtu-Ahad (24-25/10/2026). Periode ini UII mewisuda sebanyak 1.356 lulusan yang terdiri atas 20 lulusan program doktor, 152 program magister, 1.120 program sarjana, 58 program sarjana terapan, dan enam dari program diploma. Sampai saat ini, UII telah meluluskan lebih dari 140.629 alumni yang berkiprah dan memberikan kontribusi di berbagai bidang profesi dan pengabdian.
Lebih lanjut Hari Purnomo menambahkan nilai-nilai keislaman yang dipelajari di UII menjadi landasan dalam membangun karakter tersebut. Wujudkan nilai-nilai itu melalui kejujuran dalam bekerja, keadilan dalam mengambil keputusan, dan kepedulian kepada mereka yang membutuhkan. “Jadikan keahlian Saudara sebagai jalan memperoleh penghidupan yang baik sekaligus menghadirkan manfaat bagi sesama,” kata Hari Purnomo.
Hari menjelaskan Gelar yang melekat pada wisudawan menandai keberhasilan menyelesaikan pendidikan sekaligus membawa tanggung jawab untuk mengamalkan ilmu. “Pesan saya sederhana : terjemahkan gelar menjadi karya. Gunakan ilmu yang telah Saudara pelajari untuk memahami persoalan, menemukan jalan keluar, dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya,” kata Hari.
Menurut Hari, jalan untuk mewujudkan itu mungkin tidak selalu sesuai dengan harapan. Ada yang segera bekerja, melanjutkan studi, atau merintis usaha; ada pula yang masih mencari kesempatan atau memulai pekerjaan di luar bidang studinya. Setiap perjalanan memiliki tantangan tersendiri.
“Saudara tidak perlu mengukur keberhasilan diri dengan kecepatan langkah orang lain. Hadapilah setiap tantangan dengan kemauan untuk terus belajar, mendengarkan pengalaman orang lain, memahami keadaan dengan saksama, dan memperbaiki etos kerja,” kata Hari. (*)
