Waspada Cuaca Ekstrim Akibat Siklon Anggrek

Emilya
Pakar Klimatologi UGM, Emilya Nurjani. (foto : istimewa)

YOGYAKARTA, JOGPAPER.NET — Masyarakat Indonesia bagian Selatan diharap waspada dari dampak peningkatan intensitas curah hujan yang tinggi. Hal itu akan berakibat adanya ancaman banjir, tanah longsor, genangan air di wilayah perkotaan dan gelombang laut yang tinggi.

Pakar Klimatologi Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr Emilya Nurjani, SSi, MSi, mengemukakan hal tersebut dalam keterangan tertulis kepada wartawan di Yogyakarta, Jumat (19/1/2024). Saat ini, beberapa wilayah di Indonesia dilanda hujan ekstrim sehingga menyebabkan banjir, ancaman tanah longsor serta genangan air di wilayah perkotaan.

Bacaan Lainnya

Menurut Emilya Nurjani, curah hujan yang lebat dalam waktu yang cukup lama dalam seminggu terakhir disebabkan bibit Siklon Tropis 98S berubah menjadi Siklon Anggrek yang berada di daerah bagian selatan samudera hindia. “Siklon Anggrek diperkirakan akan membawa dampak signifikan dengan potensi hujan lebat,” kata Emilya.

Emilya menjelaskan bahwa siklon adalah sistem tekanan udara rendah yang berkembang di daerah tropis seperti Indonesia. Siklon tropis, seperti Anggrek, umumnya terjadi di laut dan di daerah garis ekuator antara 5-30 derajat lintang utara dan selatan.

Lebih jauh Emilya menambahkan, siklon tropis biasanya berkembang dari kondisi depresi tropis, menjadi badai tropis, dan akhirnya berubah menjadi siklon tropis. Efek coriolis merupakan salah satu faktor pendorong terbentuknya siklon, selain itu suhu permukaan laut hangat yang menghasilkan uap air yang banyak menjadi bahan bakar ideal untuk pembentukan siklon.

“Tekanan udara yang tinggi di wilayah Asia menyebabkan pergerakan angin ke wilayah selatan Bumi mendukung pembentukan siklon di wilayah selatan Indonesia,” ujar Emilya.

Untuk daerah yang berada di bagian selatan pulau Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara hingga Papua, ia mengharapkan agar warga masyarakat mewaspadai dari dampak peningkatan intensitas curah hujan dan gelombang laut yang tinggi tersebut. “Beberapa daerah di selatan Indonesia dilaporkan terdampak oleh ekor Siklon Anggrek, yang membawa konsekuensi seperti peningkatan intensitas curah hujan, gelombang tinggi, dan peningkatan kecepatan angin,” katanya

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menginformasikan pada tanggal 16 Januari 2024 pukul 01.00, bibit Siklon Tropis 98S berubah menjadi Siklon Anggrek. Saat ini, Siklon Anggrek berlokasi di sekitar koordinat 10,1 lintang selatan dan 94,2 bujur timur, sekitar 1.130 km barat daya Bengkulu. (*)