UII Membuka Program Studi Doktor Informatika Kontekstual

Mahasiswa S3 Doktor Informatika UII seusai Kuliah Umum di Kampus FTI UII. (foto : istimewa)
Mahasiswa S3 Doktor Informatika UII seusai Kuliah Umum di Kampus FTI UII. (foto : istimewa)

YOGYAKARTA, JOGPAPER.NET — Program Studi Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia (FTI UII) membuka Doktor Informatika Kontekstual. Angkatan 1 telah dimulai pada Semester Genap 2025/2026. Program studi ini menjadi pionir dalam pengembangan informatika kontekstual, sekaligus mencetak doktor berkarakter ulul albab yang inovatif dan adaptif menghadapi tantangan global.

Demikian diungkapkan Dr Novi Setiani, ST, MT, Ketua Program Studi Informatika, Program Doktor (PSIPD) FTI UII kepada wartawan, Senin (24/8/2026). Informatika Kontekstual menjadi pembeda utama program studi dalam mengembangkan keilmuan yang relevan dengan kebutuhan akademik, masyarakat, dan industri.

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut Novi Setiani menjelaskan PSIPD UII memusatkan pengembangan penelitian pada dua fokus utama, yakni Informatika Medis dan Sistem Informasi Enterprise Inteligen. “Kedua bidang tersebut menjadi fondasi pengembangan konsep informatika kontekstual yang menghubungkan teknologi dengan kebutuhan nyata masyarakat dan industri,” tandas Novi Setiani.

PSIPD UII, tambah Novi Setiani, mengembangkan tiga pilar keilmuan, yakni konseptual, metodologikal, dan empirikal. Pilar konseptual menekankan penguasaan teori dan konsep informatika pada tingkat abstraksi tinggi. Pilar metodologikal mencakup penggunaan berbagai paradigma penelitian, mulai positivistik, desain, hingga interpretatif dengan pendekatan kuantitatif, kualitatif, maupun campuran. “Sedang pendekatan empirikal menempatkan pengamatan terhadap kondisi nyata dan studi kasus sebagai bagian penting dalam proses penelitian,” kata Novi Setiani.

Program ini, kata Novi Setiani, juga mengakomodasi sejumlah bidang keilmuan dari lulusan Magister Informatika UII. Forensika Digital ditempatkan dalam fokus Sistem Informasi Enterprise Inteligen. Adapun Sains Data yang berkaitan dengan pengolahan data medis masuk dalam Informatika Medis. Sedangkan pengolahan data nonmedis berada dalam Sistem Informasi Enterprise Inteligen.

PSIPD UII, jelas Novi Setiani, membuka ruang bagi akademisi, peneliti, dan praktisi untuk mengembangkan riset informatika yang tidak berhenti pada penguasaan teknologi. Tetapi menghasilkan solusi yang relevan dengan konteks dan kebutuhan nyata.

Lulusan PSIPD UII, kata Novi Setiani, mampu menyelesaikan persoalan kompleks, berpikir kritis, bekerja kolaboratif, serta menghasilkan solusi inovatif yang berdampak bagi masyarakat. “Lulusan diharapkan memiliki kapabilitas yang baik dalam melakukan riset dan pengembangan keilmuan bidang informatika,” katanya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *