YOGYAKARTA, JOGPAPER.NET — Program Studi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Informatika Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia (FTI UII) mengumumkan pemenang Lomba PJJ Challenge Chapter II, Kamis (9/7/2026). Lomba yang diikuti 586 orang dari 180 institusi seluruh Indonesia dilaksanakan Kamis-Ahad (18/6-5/7/2026).
Dr Nur Wijayaning Rahayu, SKom, MCs, Ketua Program Studi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Informatika Fakultas Teknologi Informasi (FTI) UII menjelaskan Lomba PJJ Challenge Chapter II terdiri dari empat kategori. Keempat katagori adalah Short Paper Competition, Essay Competition, Catch the Moment, dan Brain Challenge.
Nur Wijayaning Rahayu yang juga Dosen Informatika FTI UII menambahkan pelaksanaan lomba secara dalam jaringan (Daring) penuh dan panitia menyediakan hadiah total sebesar Rp 12 juta. Sedang juri lomba sebanyak 10 orang yang terdiri dari dosen dan tutor PJJ Informatika UII.
“Kami sangat mengapresiasi antusiasme peserta dalam lomba nasional yang diselenggarakan Prodi Pendidikan Jarak Jauh Informatika UII ini. Peserta datang dari Aceh hingga Ambon dan mereka berasal dari bangku MTs hingga dosen. Komposisi peserta itu persis semangat PJJ Informatika UII yaitu pendidikan yang tidak dibatasi jarak dan usia,” kata Nur Wijayaning Rahayu.
Lebih lanjut Nur Wijayaning Rahayu menjelaskan katagori Short Paper Competition khusus bagi mahasiswa S1. Katagori ini mengangkat tema ‘Kampus Impian Tetap Jalan – Gelar Kedua Tetap Dikejar.’ Total hadiah sebesar Rp 6 juta dan bagi juara pertama menerima Rp 2,5 juta ditambah beasiswa PJJ berupa potongan 50 persen Uang Kuliah Kuartal (UKK) tahun pertama.
“Mengingat bobot ilmiah karya peserta yang masuk, dewan juri memberikan penghargaan tambahan berupa Juara Harapan 1–3 untuk kategori Short Paper Competition ini,” kata Nur Wijayaning Rahayu.
Katagori Essay Competition mengangkat tema ‘Hidup di Zaman AI : Lebih Mudah, Tapi Apa Lebih Paham?’ Katagori ini terbuka untuk umum dan panitia menyediakan total hadiah Rp 4,5 juta dan dikuti sebanyak 314 peserta.
Katagori Catch the Moment, terbuka untuk umum. Katagori ini panitia meminta peserta memotret lockscreen ponsel dan menarasikan kisah teknologi di baliknya. Panitia menyediakan total hadiah Rp 1,5 juta.
Sedang katagori Brain Challenge, kata Nur, berupa kuis harian bertema teknologi informasi selama tujuh hari. Katagori ini sebagai ajang partisipatif dengan hadiah dompet digital dan diikuti 272 peserta. Pemenang dipilih dari kebenaran, kelengkapan dan kecepatan dalam menjawab soal.
Katagori Short Paper Competition, juara pertama, David Veda Septiawan dari Universitas Indonesia (UI). Judul paper Model Gelar Ganda Berbasis Pendidikan Jarak Jauh sebagai Strategi Pembentukan Arkeolog Digital untuk Pelestarian Warisan Budaya di Indonesia.
Juara kedua, Ilham Nur Fajri dari Universitas Telkom Purwokerto. Ilham mengangkat judul paper, ‘Gelar Ganda di Era Digital: Analisis Kebutuhan Fleksibilitas Akademik bagi Mahasiswa dengan Jalur Studi Paralel.’
Juara ketiga, Deza Arlian dari Universitas Sriwijaya. Deza Arlian mengangkat judul ‘Optimalisasi Manajemen Diri dan Resiliensi Akademik Mahasiswa Program Gelar Ganda dalam Mempertahankan Prestasi di Kampus Utama.’
Sedang juara harapan Katagori Short Paper Competition adalah pertama, Abdullah Muhammad Irsyad Syafiudin dari Universitas Airlangga Surabaya Jawa Timur. Kedua, Muhammad Nizaruddin dari Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur. Ketiga, Qoriyatul Aliya Fatma dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.
Katagori Essay Competition, juara pertama diraih Andre Edo Dojani dari Universitas Negeri Medan, Sumatera Utara. Andre Edo mengangkat judul ‘Kecerdasan Buatan dan Krisis Literasi Kritis Generasi Digital di Era Jawaban Instan.’
Juara kedua, Alan Ferdian Syah dari Universitas Negeri Malang, Jawa Timur. Alan mengangkat judul ‘Merasa Paham, Padahal Hanya Terbiasa: Paradoks Kemudahan di Balik Kecerdasan Buatan.’
Juara ketiga, Resty Siti Syarifah dari Politeknik Manufaktur Bandung, Jawa Barat. Resty Siti Syarifah mengangkat judul ‘Mencari “Good Fit”: Ketika Manusia Meniru Kegagalan Mesin Ciptaannya Sendiri.’
Katagori Catch the Moment, juara pertama diraih Diwanti Najma Tsaqib dari Universitas Siliwangi, Jawa Barat. Juara kedua, Kayyisah Syawalya Salsabila, seorang lulusan SMA. Juara ketiga, Hannan Hazimah Asriningtyas Hutagalung dari MTs IBS Hidayatullah Putri Berbah, Yogyakarta.
Nur Wijayaning Rahayu merasa bangga peserta Lomba PJJ Challenge Chapter II berasal dari berbagai jenjang dan latar belakang. Mereka terdiri mahasiswa dan pelajar, tercatat pula guru, dosen, aparatur sipil negara, wiraswasta, pekerja lepas, hingga ibu rumah tangga.
Sedang jenjang pendidikan peserta termuda berasal dari jenjang SMP dan MTs. Di antaranya, berasal SMPN 1 Pontianak, MTsN 6 Ngawi, dan SMP Islam Ar Rahmah Jakarta. Secara geografis, peserta berasal dari Pulau Sumatera terdiri Aceh, Medan, Padang, Palembang, Jambi, Lampung, dan Bengkulu. Pulau Kalimantan berasal dari Pontianak, Banjarmasin, dan Samarinda. Pulau Sulawesi dari Makassar dan Gorontalo.
Selain itu mereka berasal dari Ambon, Bali, dan Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). “Kota dengan peserta terbanyak adalah Surabaya, Medan, Yogyakarta, Bandung, dan Bogor,” katanya. (*)
