UII Berupaya Tekan Biaya Operasional dari Mahasiswa

Rektor UII, Prof Hari Purnomo (tengah) didampingi Wakil Rektor, Prof Rifqi Muhammad (kanan) dan Prof Riyanto saat memberi keterangan kepada wartawan, Rabu (29/7/2026). (foto : heri purwata)
Rektor UII, Prof Hari Purnomo (tengah) didampingi Wakil Rektor, Prof Rifqi Muhammad (kanan) dan Prof Riyanto saat memberi keterangan kepada wartawan, Rabu (29/7/2026). (foto : heri purwata)

YOGYAKARTA, JOGPAPER.NET — Universitas Islam Indonesia (UII) terus menekan biaya operasional kampus yang berasal dari mahasiswa. Upaya ini dilakukan dengan mengembangkan unit-unit usaha, di antaranya rumah sakit, pompa bensin, perbankan dan lain-lain. Saat ini, biaya operasional berasal dari mahasiswa sudah berkisar sekitar 80-90 persen.

Rektor UII, Prof Dr Ir Hari Purnomo, MT, IPU, ASEAN Eng mengemukakan hal tersebut kepada wartawan di Yogyakarta, Rabu (29/7/2026). Prof Hari Purnomo didampingi Prof Riyanto, SPd, MSi, PhD, Wakil Rektor Bidang Akademik, Rekognisi, Riset, Inovasi, dan Kewirausahaan; dan Prof Rifqi Muhammad, SE, MSc, PhD, Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya, dan Keberlanjutan.

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut Hari Purnomo mengatakan perguruan tinggi swasta (PTS) mengalami kekuatiran jika jumlah mahasiswa mengalami penurunan. Sebab selama ini, pendanaan operasional PTS tergantung pada jumlah mahasiswa.

Namun, kata Hari Purnomo, kondisi saat ini pemerintah telah mengurangi dana operasional perguruan tinggi negeri (PTN). Sehingga statusnya menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH) mempunyai hak otonom atau kebebasan penuh dalam mengatur rumah tangganya sendiri. Akibatnya, PTN berupaya untuk mendapatkan mahasiswa sebanyak-banyaknya.

Menurut Hari Purnomo, UII terus berupaya untuk menarik calon-calon mahasiswa dari seluruh Indonesia dengan berbagai kiat. Animo calon mahasiswa pada Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027 menunjukkan perkembangan positif dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. “Perkembangan ini menjadi amanah bagi UII untuk terus meningkatkan mutu pembelajaran dan layanan kepada mahasiswa,” kata Hari Purnomo.

Selain itu, tambah Hari Purnomo, Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran UII meraih Akreditasi Unggul dari LAM-PTKes pada Juli 2026. Capaian ini memperkuat komitmen UII dalam menjaga mutu akademik dan relevansi pendidikan dengan kebutuhan masyarakat.

Kemudian, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) bertransformasi menjadi Fakultas Teknik Desain Inovasi (FTDI). Perubahan ini mencerminkan upaya UII memperluas ruang kolaborasi keilmuan serta merespons perkembangan teknologi, desain, dan kebutuhan masyarakat.

Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) UII menyelenggarakan pelantikan dan pengambilan sumpah profesi insinyur untuk pertama kalinya pada 28 Juni 2026. Sebanyak 88 insinyur profesional diluluskan sebagai angkatan pertama sejak program tersebut memperoleh izin penyelenggaraan pada 2025. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *