Mahasiswa KKN UAD Unit IV.B.3 Latih Ibu-Ibu Kedungpoh Kidul Buat Sabun Aroma Daun Pandan

Warga Kedungpoh Kidul berlatih mempersiapkan bahan-bahan pembuatan sabun cuci piring beraroma daun pandan. (foto : istimewa)
Warga Kedungpoh Kidul berlatih mempersiapkan bahan-bahan pembuatan sabun cuci piring beraroma daun pandan. (foto : istimewa)

WONOSARI, JOGPAPER.NET — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 159 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Unit IV.B.3 melatih ibu-ibu PKK Kedungpoh Kidul, Kalurahan Kedungpoh, Kapanewon Nglipar, Kabupaten Gunungkidul membuat sabun cuci piring beraroma daun pandan. Mereka memanfaatkan potensi lokal daun pandan yang banyak tumbuh di lingkungan sekitar warga.

Pelatihan ini juga dimaksudkan untuk memberikan keterampilan baru kepada ibu-ibu dalam membuat sabun cuci piring. Sehingga mereka dapat menghemat untuk pengeluaran kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Bahkan ketrampilan ini juga bisa digunakan untuk berbisnis menjual sabun cuci piring.

Bacaan Lainnya

Demikian diungkapkan Ketua KKN Reguler 159 UAD Unit IV.B.3, Muhammad Farrel Arsya Fathoni dalam rilisnya, Kamis (10/9/2026). Pelatihan pembuatan sabun cuci piring beraroma daun pandan dilaksanakan di rumah Ketua RT 03, Kasiran, Ahad (23/8/2026) lalu.

Fathoni menambahkan produk sabun cuci piring berbahan daun pandan ini lebih ekonomis dibandingkan produk sejenis yang dijual di pasaran. Sehingga pelatihan ini diharapkan dapat membantu warga menekan pengeluaran rumah tangga.

Fathoni menjelaskan mahasiswa anggota KKN Reguler 159 UAD Unit IV.B.3 terdiri dari Muhammad Farrel Arsya Fathoni, Rizkya Hanisa Putri, Nabilla Afifah Al Anwar, Nida Mahaniffunnisa, Imtiyaz Fawaida Rahma, Retno Puji Rahayu, Sutanto Andi Pratama, dan Nabillah Afifah Syahromal. Mereka dibawah Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Hasrul Rahman, MPd.

Lebih lanjut Fathoni menjelaskan kegiatan diawali dengan uji coba pembuatan sabun cuci piring oleh tim KKN. Uji coba ini dimaksudkan untuk memastikan formula dan takaran bahan yang tepat.

Proses pembuatan sabun beraroma daun pandan. (foto : istimewa)

“Setelah hasil uji coba dinyatakan berhasil, tim kemudian melakukan proses pembuatan sabun bersama warga sekaligus menyerahkan produk jadi kepada warga yang hadir dalam kegiatan tersebut,” kata Fathoni.

Bahan-bahan yang digunakan, kata Fathoni, dalam pembuatan sabun cuci piring tersebut yaitu daun pandan, texapon, garam, air, dan jeruk nipis. Bahan-bahan tersebut dipilih karena mudah didapatkan dan harganya terjangkau. Sehingga proses pembuatan sabun dapat dilakukan secara sederhana namun tetap menghasilkan produk yang berkualitas.

Warga Kedungpoh Kidul tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mereka menilai keterampilan membuat sabun cuci piring sendiri dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi pengeluaran rumah tangga di tengah kebutuhan sehari-hari yang terus meningkat. “Kalau pembuatan sabun ini berhasil, saya rasa akan sangat berguna bagi ibu-ibu di sini,” kata Suyanti, istri Ketua RT 03 Kedungpoh Kidul.

Sementara warga lain, Sukinem, mengaku tertarik dan ingin mencobanya sebab di lingkungan rumahnya banyak daun pandan. “Ternyata cara buatnya gampang ya, nanti aku mau coba buat juga, soalnya di rumah banyak daun pandan sama jeruk nipis,” kata Sukinem. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *