SLEMAN, JOGPAPER.NET — Pasangan putri Luciana Nuraryanti/Ida Pramesti (Nana/Ida) menjadi juara pada Turnamen Tenis Internal Team Pandoyono 2025 setelah mengalahkan Eri S/Irvan dengan nilai 7-1 di Lapangan Tenis GOR Pemkab Sleman, Sabtu (14/12/2025). Turnamen Tenis Internal Team Pandoyono 2025 ini untuk merayakan peringatan Ulang Tahun Ibu Mukidah Pandoyono ke 83.
Di final, Nana/Ida tidak mengalami kesulitan dalam mengumpulkan angka. Melalui pukulan reli-reli panjang, penempatan bola yang akurat dan kesabaran, Nana/Ida langsung memimpin perolehan angka menjadi 3-0. Satu-satunya nilai Eri S/Irvan diperoleh saat game keempat dan terjadi deuce. Pukulan pengembalian Nana memanjang hingga di belakang baseline.
“Kita saling mengisi. Nana kuat di depan, saya di belakang, sehingga penempatan-penempatan bolanya pas. Kita sudah saling kenal sejak kecil, tetapi belum pernah main bersama atau berpasangan. Kita kompetitor,” kata Ida seusai menjadi juara.
Predikat juara yang disandang Nana/Ida ini memecahkan stigma perempuan selalu lemah. “Dengan juara ini membuktikan cewek tidak selalu kalah. Semoga ini menginspirasi pemain-pemain cewek lainnya,” harap Ida.
Sedang Ketua Panitia, Hari Purnama mengatakan saat ini perempuan di dunia pertenisan sudah malang melintang dan jago mengikuti turnamen. “Ini sesuai prediksi awal dan hasilnya tidak meleset jauh. Semula perempuan diprediksikan masuk final. Hasil ini menjadi koreksi bagi pemain cowok, agar semakin rajin berlatih lagi,” kata Hari Purnama.
Hari Purnama menambahkan secara keseluruhan pertandingan Tenis Internal Team Pandoyono 2025 seru sekali antar Pool A, B, C, dan D. Kemampuan seluruh pemainnya hampir merata sehingga nilai-nilainya sangat ketat. “Sebab hasil undian sudah ditentukan sesuai dengan kualitas pemain,” katanya.
Pasangan Hari Purnama/Bandiyo dan Eko Y/Cahyo menjadi juara 3 bersama. Pasangan yang terhenti di babak perempatfinal adalah Rory/Fauzi, Marhatab/Edi W, Gangsar/Agus Sumarwata, dan ST Winarno/T Prasetyo. Rory/Fauzi dikalahkan Hari Purnama/Bandiyo 2-7; Marhatab/Edi W kalah 4-7 dari Eri S/Irvan; Gangsar/Agus Sumarwata kalah 5-7 dari Eko Y/Cahyo; dan ST Winarno/T Prasetyo kalah 0-7 dari Nana/Ida.
Sementara pasangan yang gagal maju ke babak perempat final Wahyu/Mote dan Kancil/Galuh (Pool A); Prapto/Radiyo dan Sam/Herman (Pool B); Bowo/Haryadi dan mBah Met/Ardian (Pool C); Bejo/Restu dan Kusmaedi/mBah Is (Pool D).
Para juara mendapatkan hadiah medali dan uang pembinaan. Juara 1 sebesar Rp 7 juta; Juara 2 sebesar Rp 5 juta; Juara 3 bersama masing-masing Rp 3 juta. Sedang Juara Harapan 1 sebesar Rp 2 juta; Juara Harapan 2 sebesar Rp 1 juta, dan bagi yang tidak lolos akan mendapatkan masing-masing pemain sebesar Rp 300 ribu.
“Tujuan Turnamen Tenis Internal Pandoyono ini sebagai rasa syukur kami atas anugrah diberikanya umur panjang dan kesehatan terhadap ibunda kami (ibu Pandoyono). Selain itu, juga sebagai sarana silaturahmi anggota Pandoyono dan meningkatkan prestasi atlit,” kata Hari Purnama. (*)
