Ahmad Fathan : Menuntut Ilmu Dapat Sekaligus Beribadah

Ahmad Fathan Hidayatullah saat menyampaikan materi Webinar 'Sibuk Kuliah Bukan Alasan Jauh dari Agama' secara virtual, Sabtu (25/7/2026). (foto : istimewa)
Ahmad Fathan Hidayatullah saat menyampaikan materi Webinar 'Sibuk Kuliah Bukan Alasan Jauh dari Agama' secara virtual, Sabtu (25/7/2026). (foto : istimewa)

YOGYAKARTA, JOGPAPER.NET — Ahmad Fathan Hidayatullah, ST, MCs, PhD, Dosen Program Studi Informatika Universitas Islam Indonesia (UII) menandaskan menuntut ilmu sekaligus dapat beribadah. Apabila ilmu yang dikejarnya untuk meraih kesuksesan dunia, memberikan manfaat bagi masyarakat dan diniatkan untuk mencari ridha Allah SWT.

Ahmad Fathan mengemukakan hal tersebut pada Webinar Series yang dilaksanakan Program Studi Informatika Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII Yogyakarta, Sabtu (25/7/2026). Webinar mengangkat tema ‘Sibuk Kuliah Bukan Alasan Jauh dari Agama.’

Bacaan Lainnya

Ahmad Fathan mengangkat tema ini karena selama ini kesibukan menjalani perkuliahan sering kali menjadi alasan sebagian mahasiswa mengurangi perhatian terhadap pembelajaran agama dan ibadah. Padahal, dalam perspektif Islam, menuntut ilmu dan mendekatkan diri kepada Allah bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan keduanya dapat berjalan beriringan sebagai bagian dari ibadah.

Ahmad Fathan mengajak mahasiswa mengevaluasi keberhasilan hidup tidak hanya dari sisi capaian akademik. Ia juga mengajak mahasiswa mempersiapkan bekal menuju kehidupan akhirat.

Islam, kata Ahmad Fathan, menempatkan ilmu pada kedudukan yang sangat tinggi. Wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW adalah perintah membaca (iqra’), yang menjadi landasan penting bagi umat Islam untuk terus belajar dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Selain itu, Allah SWT juga memerintahkan manusia agar senantiasa memohon tambahan ilmu sebagai bekal menjalankan kehidupan.

Ahmad Fathan menegaskan mempelajari ilmu agama yang berkaitan dengan akidah, ibadah, halal-haram, maupun ilmu yang mendukung profesi merupakan kewajiban seorang muslim sesuai porsinya. Karena itu, kuliah di bidang kedokteran, teknik, informatika, pendidikan, ekonomi, maupun disiplin ilmu lainnya tidak hanya menjadi sarana meraih kesuksesan dunia, tetapi juga dapat bernilai ibadah apabila diniatkan untuk mencari ridha Allah SWT serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurut Ahmad Fathan, tantangan utama mahasiswa bukanlah padatnya aktivitas perkuliahan, melainkan kemampuan mengelola prioritas. Selama ini, tidak sedikit waktu yang dihabiskan mahasiswa untuk media sosial dan hiburan. Sedang kegiatan membaca Alquran, menghadiri majelis ilmu, maupun memperdalam pemahaman agama justru sering terabaikan.

“Islam mengajarkan umatnya untuk bersungguh-sungguh dalam melakukan hal-hal yang bermanfaat serta senantiasa memohon pertolongan kepada Allah SWT dalam setiap ikhtiar,” kata Ahmad Fathan.

Ahmad Fathan menawarkan lima langkah praktis bagi mahasiswa agar mampu menjaga keseimbangan antara prestasi akademik dan kehidupan spiritual. Pertama, meluruskan niat bahwa aktivitas kuliah merupakan bagian dari ibadah. Kedua, menempatkan kewajiban kepada Allah SWT sebagai prioritas utama.

Kemudian, ketiga, membangun lingkungan pertemanan yang saleh dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Keempat, mengelola waktu secara disiplin antara kuliah, belajar, ibadah, dan menghadiri majelis ilmu. Kelima, memperbanyak doa agar diberikan kemudahan dan keistiqamahan dalam menjalankan seluruh aktivitas tersebut.

Menurut Ahmad Fathan, keberhasilan seorang mahasiswa tidak semata-mata diukur dari indeks prestasi kumulatif (IPK) atau gelar akademik. Tetapi juga dari sejauh mana ilmu yang dimiliki mampu mendekatkannya kepada Allah SWT dan memberikan manfaat bagi sesama. “Konsistensi dalam beramal, meskipun dilakukan sedikit demi sedikit, menjadi kunci agar perjalanan akademik tetap selaras dengan tujuan akhir kehidupan seorang muslim,” kata Ahmad Fathan.

Webinar ini, kata Ahmad Fathan, diharapkan mahasiswa memiliki kesadaran pendidikan tinggi dan penguatan nilai-nilai keislaman merupakan fondasi yang saling melengkapi. Sehingga kuliah di UII bisa mewujudkan generasi muslim yang unggul secara intelektual, berakhlak mulia, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *