YOGYAKARTA, JOGPAPER.NET — Ikatan Akuntan Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (IAI DIY) menggandeng perguruan tinggi menggelar workshop Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 118: Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan. Workshop PSAK 118 dilaksanakan di Gedung Pusat Pembelajaran Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) Yogyakarta lantai 8, Sabtu (11/10/2025).
Selain workshop, IAI DIY juga melaksanakan penandatanganan Naskah Memorandum of Action (MoA) dengan Mitra Penyelenggara dari 16 perguruan tinggi di Yogyakarta dan Surakarta, Jawa Tengah. PSAK 118 merupakan Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan akan menggantikan PSAK 201: Penyajian Laporan Keuangan yang akan berlaku efektif pada 1 Januari 2027.
Workshop dibuka Dekan FEB UGM, Didi Achjari dan dilanjutkan dengan sambutan Ketua IAI Wilayah DIY, Hardo Basuki. Dalam sambutannya, Hardo menegaskan PSAK 118 merupakan hasil konvergensi standar akuntansi Indonesia dengan International Financial Reporting Standards (IFRS), yang membawa perubahan signifikan terhadap praktik pelaporan keuangan.

“PSAK 118 akan berlaku efektif pada 1 Januari 2027 dan diharapkan mampu meningkatkan transparansi serta daya banding laporan keuangan antarperusahaan,” ujar Hardo Basuki.
PSAK 118 yang mengacu pada IFRS 18 memperkenalkan struktur laporan laba rugi yang lebih konsisten melalui klasifikasi penghasilan dan beban ke dalam lima kategori utama, yaitu operasi, investasi, pendanaan, pajak, serta operasi yang dihentikan. Selain itu, standar baru ini juga memperkenalkan pengungkapan Ukuran Kinerja Tetapan Manajemen (UKTM) untuk memberikan transparansi lebih terhadap cara manajemen menilai kinerja keuangan entitas.
“PSAK 118 membawa sejumlah perubahan fundamental yang akan mempengaruhi praktik pelaporan keuangan di Indonesia. Perubahan ini memerlukan pemahaman mendalam, kesiapan teknis, serta penyesuaian sistem akuntansi di berbagai entitas. Karena itu, workshop hari ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang komprehensif,” kata Hardo.
Selain sesi pemaparan, kegiatan ini juga menjadi momentum penting melalui penandatanganan Naskah MOA antara IAI Wilayah DIY dan 16 perguruan tinggi mitra. Kerja sama tersebut bertujuan memperkuat kolaborasi antara IAI dan dunia akademik dalam mendukung peningkatan literasi serta implementasi standar akuntansi di tingkat daerah.
“Semoga workshop ini memberikan manfaat dalam meningkatkan kualitas pelaporan keuangan di Indonesia, sekaligus mendorong terwujudnya tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berintegritas,” harap Hardo Basuki. (*)
