YOGYAKARTA, JOGPAPER.NET — Winda Nur Cahyo, ST, MT, PhD, ASEAN Eng, APEC Eng, Wakil Rektor Bidang Kemitraan dan Komunikasi Strategis Universitas Islam Indonesia (UII) mengatakan P2A UIISAGE (UII Sustainable and Innovative Global Education) BRIDGE 2026 merupakan wadah pembelajaran global. Program yang berlangsung Ahad-Sabtu (9–15/8/2026) menjadi wadah pembelajaran global bagi mahasiswa internasional untuk memahami isu-isu kesejahteraan digital (digital well-being), literasi digital, etika bermedia, serta pengembangan solusi kolaboratif bagi masyarakat dan sekolah.
Winda Nur Cahyo mengemukakan hal tersebut saat membuka Program P2A UIISAGE BRIDGE 2026 Serie 1 di Kampus Terpadu UII, Senin (10/8/2026). Program ini diikuti sebanyak 22 mahasiswa internasional dari delapan universitas dan tujuh negara/wilayah.
Winda mengajak para peserta untuk memanfaatkan kesempatan selama berada di Yogyakarta. Menurutnya, Yogyakarta tidak hanya dikenal sebagai kota pendidikan, tetapi juga sebagai kota budaya yang kaya akan nilai, tradisi, dan kearifan lokal yang patut dieksplorasi oleh mahasiswa internasional.
Program ini mengusung tema tema ‘Building Responsible and Inclusive Digital Communities for Growth and Empowerment (BRIDGE).’ “Pengalaman belajar tidak hanya diperoleh di ruang kelas, tetapi juga melalui interaksi langsung dengan masyarakat, budaya, dan lingkungan sekitar yang menjadi bagian penting dari proses pembelajaran global,” kata Winda.
Lebih lanjut Winda mengatakan Universitas Islam Indonesia sebagai salah satu destinasi pendidikan tinggi yang semakin diminati oleh mahasiswa internasional. Saat ini, UII menjadi tempat studi bagi lebih dari 150 mahasiswa asing dari berbagai negara, dengan beragam skema pendanaan, mulai dari beasiswa pemerintah Indonesia, beasiswa institusi, hingga pendanaan mandiri.
Winda berharap pengalaman mengikuti P2A UIISAGE BRIDGE 2026 dapat memberikan gambaran yang lebih dekat mengenai lingkungan akademik dan kehidupan kampus di UII. Selain itu, membuka peluang bagi peserta yang berminat melanjutkan studi di Indonesia, khususnya di Universitas Islam Indonesia.
Sementara Direktur Kemitraan/Kantor Urusan Internasional UII, Dr rer nat Dian Sari Utami, menambahkan P2A UIISAGE merupakan salah satu program unggulan UII yang diselenggarakan secara rutin setiap tahun. Program ini sebagai bagian dari upaya memperkuat internasionalisasi kampus dan kolaborasi global.
Tahun 2026, kata Dian, merupakan penyelenggaraan UIISAGE ketujuh, yang mengangkat tema Building Responsible and Inclusive Digital Communities for Growth and Empowerment (BRIDGE). Dian menjelaskan setiap penyelenggaraan UIISAGE selalu mengusung tema yang berbeda dan relevan dengan isu-isu pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
“Tema berbeda ini diharapkan peserta tidak hanya memperoleh pengalaman lintas budaya. Tetapi juga kesempatan untuk berkontribusi dalam memahami dan merumuskan solusi atas berbagai tantangan global yang dihadapi masyarakat saat ini,” kata Dian.
Program P2A UIISAGE BRIDGE 2026 diikuti 22 mahasiswa internasional dari delapan universitas dan tujuh negara/wilayah. Para peserta berasal dari Gifu University dan Kumamoto University (Jepang), Dicle University (Türkiye), International Islamic University Malaysia (IIUM), INCEIF University, Multimedia University (MMU) (Malaysia), Al Bukhary International University (Malaysia), University of Sialkot (Pakistan), serta Van Lang University (Vietnam). Dari sisi kewarganegaraan, peserta terdiri atas enam mahasiswa Malaysia, lima mahasiswa Jepang, empat mahasiswa Pakistan, empat mahasiswa Türkiye, satu mahasiswa Vietnam, satu mahasiswa Maladewa, dan satu mahasiswa dari Hong Kong SAR.
Selama program berlangsung, para peserta akan mengikuti berbagai kegiatan akademik, budaya, dan pengabdian masyarakat, termasuk sesi mengenai digital well-being, kunjungan dan kolaborasi dengan sekolah mitra di Yogyakarta, International Culture Day, pengembangan proyek berbasis sekolah, serta berbagai aktivitas pengenalan budaya Indonesia. Melalui pendekatan project-based learning dan interaksi langsung dengan komunitas lokal, peserta didorong untuk mengembangkan solusi kreatif dalam membangun komunitas digital yang sehat, inklusif, dan bertanggung jawab.
Program ini, kata Dian, juga berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya, SDG 3 (Good Health and Well-being), SDG 4 (Quality Education), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui promosi literasi digital, pendidikan berkualitas, dan penguatan kemitraan global.
“Melalui penyelenggaraan P2A UIISAGE BRIDGE 2026, UII kembali menegaskan komitmennya sebagai universitas yang aktif mendorong pembelajaran global, kolaborasi lintas budaya, dan pengembangan generasi muda yang mampu menjadi agen perubahan dalam menciptakan masyarakat digital yang lebih sehat, inklusif, dan berkelanjutan,” harapnya. (*)
