YOGYAKARTA, JOGPAPER.NET — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meningkatkan literasi keuangan kepada generasi muda untuk menciptakan generasi cakap finansial menuju Indonesia Emas 2045. Peningkatan literasi keuangan tersebut dilaksanakan di Ponpes API Tegalrejo Magelang, Jawa Tengah dan SMA Negeri 3 Yogyakarta, Senin (20/10/2025).
Di Pondok Pesantren API Tegalrejo Magelang, OJK menggandeng Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melaksanakan kegiatan Forum Edukasi dan Temu Bisnis Keuangan Syariah (FEBIS) dan Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah (SAKINAH). Kegiatan yang dilaksanakan menyongsong Hari Santri Nasional ini sebagai upaya memperkuat literasi keuangan syariah dan kemandirian ekonomi UMKM.
Kegiatan ini diikuti lebih dari 2.000 santri dan 79 pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) dan dihadiri Pengasuh Pondok Pesantren APIAsri Tegalrejo K.H. Achmad Izzudin. Nara sumber kegiatan ini Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, dan Ketua PBNU Bidang Ekonomi Fahmy Akbar Idries.
Friderica mengatakan pesantren memiliki potensi besar dalam menggerakkan ekonomi umat melalui literasi keuangan dan kewirausahaan. OJK berkomitmen membangun kemandirian umat melalui penguatan ekosistem ekonomi syariah.
“Pesantren bukan hanya pusat pendidikan agama, tetapi juga motor penggerak ekonomi umat yang berperan penting dalam mewujudkan kesejahteraan sosial dan kemandirian ekonomi masyarakat,” kata Friderica.
Lebih lanjut, Friderica menjelaskan keuangan syariah memiliki tiga karakter utama yang selaras dengan tujuan pembangunan nasional, yakni mendorong pemerataan ekonomi, memperkuat stabilitas perekonomian, dan mewujudkan sistem keuangan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Ketiga nilai tersebut menjadi dasar penting bagi OJK dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah agar manfaatnya dapat dirasakan seluruh umat.
“Peningkatan literasi keuangan di lingkungan pesantren merupakan langkah nyata OJK dalam memperluas akses keuangan nasional dan memperkuat ekonomi inklusif berbasis nilai-nilai keadilan dan keberlanjutan,” kata Federica.
Sedang Fahmy Akbar Idries mengatakan kegiatan ini meliputi edukasi keuangan syariah, workshop pengembangan usaha, dan business matching antara pengusaha UMKM dengan lembaga jasa keuangan syariah. “Program ini merupakan bagian dari inisiatif Nahdlatul Ulama Business Catalyst (NUBIC) yang mengedepankan edukasi, inkubasi, dan akselerasi UMKM pada ekosistem syariah,” kata Fahmy.
OJK Mengajar
Sementara OJK Mengajar di SMA Negeri 3 Yogyakarta dilaksanakan bersama Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). OJK Mengajar yang mengangkat tema ‘Generasi Muda Mandiri Finansial, Menuju Indonesia Emas’ menghadirkan nara sumber Friderica Widyasari Dewi, dan Anggito Abimanyu, Ketua Dewan Komisioner LPS.
OJK Mengajar yang merupakan rangkaian peringatan HUT ke-14 OJK diikuti sekitar 650 pelajar, guru dan karyawan. Friderica menekankan pentingnya literasi keuangan bagi kalangan generasi muda yang kini semakin akrab dengan layanan keuangan digital.
“Teknologi memang memudahkan hidup kita, tapi juga membawa risiko. Karena itu, penting bagi generasi muda untuk berhati-hati dalam berbagi data pribadi dan memahami cara menggunakan layanan keuangan digital secara bijak,” kata Friderica.
Friderica menegaskan terdapat hubungan erat antara tingkat literasi keuangan dengan kesejahteraan masyarakat. “Semakin baik pemahaman masyarakat dalam mengelola keuangan, semakin besar pula peluang untuk mencapai kehidupan yang lebih sejahtera dan mandiri secara finansial,” kata Federica.
OJK juga memperkenalkan platform LMSKU (Learning Management System Edukasi Keuangan) dan program OJK PEDULI (Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia). Selain itu, mengukuhkan dua Duta Literasi Keuangan dari siswa SMA Negeri 3 Yogyakarta.
Sementara Anggito Abimanyu menyampaikan kesuksesan seseorang berawal dari kemampuan seseorang untuk memperbaiki diri, tetap optimis, dan menaklukkan dirinya sendiri sebelum memimpin orang lain. “Setiap siswa sangat memiliki cita-cita besar, semangat tinggi, serta sikap ikhlas dan bersyukur dalam menjalani setiap amanah yang diberikan,” kata Anggito. (*)
