IDM Tingkatkan Kapabilitas dan Profesionalitas Pelestari Cagar Budaya

Peserta berlatih memberikan pertolongan pertama kepada pengunjung. (foto : istimewa)
Peserta berlatih memberikan pertolongan pertama kepada pengunjung. (foto : istimewa)

YOGYAKARTA, JOGPAPER.NET — InJourney Destination Management (IDM) berkolaborasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X menggelar pelatihan Sanggar Lestari Cagar Budaya. Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kapabilitas dan profesionalitas pelestari cagar budaya.

Peserta kegiatan meliputi juru pugar, juru pelihara, teknisi konservasi, customer service, security. Mereka merupakan garda terdepan pelestarian benda cagar budaya serta pelayanan kepada wisatawan di kawasan Candi Prambanan dan sekitarnya.

Bacaan Lainnya

GM Prambanan dan Ratu Boko, Ratno Timur mengatakan hal tersebut dalam rilisnya yang dikirim ke redaksi Sabtu (27/9/2025). Pelatihan dilaksanakan selama tiga hari Rabu-Jumat (24-26/9/2025) di kawasan Keraton Ratu Boko, Prambanan, Sleman, Yogyakarta.

Kegiatan ini diikuti peserta yang berasal dari petugas teknis di kawasan Candi Prambanan, Candi Sewu, Keraton Ratu Boko, Candi Ijo, Candi Gebang, Candi Plaosan, Candi Banyunibo dan sejumlah candi lainnya di kawasan Sleman, Yogyakarta maupun Klaten, Jawa Tengah.

“Ini menjadi salah satu kolaborasi yang baik, di mana kehadiran program Sanggar Lestari Cagar Budaya ini menjadi ruang pembelajaran dan pengembangan insan cagar budaya. Terlebih, para peserta di sini adalah garda terdepan baik dalam pelestarian maupun pelayanan yang ada di Candi Prambanan,” kata Ratno Timur.

Ratno Timur menambahkan peserta pelatihan Sanggar Lestari Cagar Budaya mendapatkan sejumlah materi. Di antaranya, Pelestarian Cagar Budaya, Dasar Pelayanan Prima dan Kerja Sama, Keselamatan Kerja Kebencanaan dan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan. Pada hari terakhir, peserta diajak beraktivitas mancakrida sebagai penyegaran dan mengembangkan karakter diri dan meningkatkan kerja sama antarpeserta.

Sedang Dwi Astuti, Pamong Budaya Ahli Madya Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X, mengapresiasi kegiatan yang bermanfaat dalam rangka untuk meningkatkan kompetensi rekan-rekan pelestari cagar budaya. “Pengetahuan keterampilan itu akan selalu berkembang, akan selalu bertambah, dan tentunya kita sebagai SDM di pelaksanaan pelestarian dituntut untuk selalu meningkatkan kemampuan teknis maupun nonteknis yang diperlukan di lapangan,” kata Dwi Astuti.

Sementara salah satu peserta pelatihan Purwadi (55 tahun) mengatakan kegiatan seperti ini penting dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan para pelestari cagar budaya di lapangan. Dirinya yang telah menjadi juru pelihara Candi Sewu, Prambanan, Klaten, sejak puluhan tahun lalu ini berharap bisa terus mendapatkan pendidikan singkat seperti ini.

“Semoga kegiatan ini bisa menambah pengetahuan, memperkaya wawasan para juru pugar dan juru pelihara di kawasan Candi Prambanan. Kami berharap upaya ini bisa terus dilakukan dan dilanjutkan kepada insan pelestari lainnya agar mendapatkan pemahaman dan pengetahuan yang lebih segar dan terkini,” kata Purwadi. (*)