‘Glundung Safety’ Saat Bermain Tenis ala Sumaryanto

Sumaryanto saat Glundung Safety di Turnamen Tenis Rektor UNY Cup 2026 di GOR UNY Wates Kulonprogo, DIY, Sabtu (9/5/2026). (foto : heri purwata)
Sumaryanto saat Glundung Safety di Turnamen Tenis Rektor UNY Cup 2026 di GOR UNY Wates Kulonprogo, DIY, Sabtu (9/5/2026). (foto : heri purwata)

MENGEJAR bola merupakan suatu keharusan dalam permainan tenis. Hal ini dimaksudkan agar bola bisa kembali ke lapangan lawan dan bisa meraih point. Sebab dalam permainan tenis, pemain sering menempatkan bola jauh dari jangkauan lawan agar mendapatkan nilai.

Pola permainan ini membuat pemain tenis selalu memiliki resiko jatuh ke lapangan saat mengejar bola. Terutama pemain tenis yang memiliki badan cukup subur. Namun Prof Sumaryanto, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) memiliki resep untuk ‘Glundung Safety’ (menjatuhkan diri) saat mengejar bola di lapangan tenis agar tidak cedera.

Bacaan Lainnya

“Untuk melakukan Glundung Safety harus memiliki teknik jatuhan yang benar,” kata Sumaryanto, di sela-sela bertanding pada Turnamen Tenis Rektor UNY Cup 2026 di Wates, Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sabtu (9/5/2026).

Teknik jatuhan yang benar, tambah Sumaryanto, menggunakan follow through atau gerakan terusan. Diikuti dengan melipat kepala, lenturkan tubuh, ada tumpuhan tangan yang menopang tubuh agar bisa follow through. “Teknik ini saya lakukan agar bisa terus bermain tenis. Sebab kalau tidak Glundung Safety, persendian lulut tidak kuat, juga persendian engkel kaki yang akan membuat cedera,” kata Sumaryanto.

Sumaryanto saat Glundung Safety. (foto : heri purwata)

Menurut Sumaryanto, alasan mengejar bola untuk menyelamatkan bola dan meraih point. Prinsip olahraga tenis itu bola selalu kembali ke lapangan lawan. “Saya mengejar bola itu berupaya mengembalikan bola ke lapangan lawan. Jangan-jangan lawannya tidak bisa membunuh. Dalam permainan ini, saya tidak jatuh, tetapi menjatuhkan diri,” katanya.

Dalam permain tenis, kata Sumaryanto, semua harus merasa senang. “Saya senang, partner senang, lawan senang, wasit senang, dan penonton juga senang. Apa gunanya saya senang, partner saya sedih. Apa gunanya, partner saya senang lawan sedih. Semua harus senang,” katanya.

Sumaryanto menjelaskan unsur bermain tenis yang bagus di antaranya, kelincahan, kelentukan tubuh (lemes, lentur, fleksibel), kecepatan, dan kekuatan. Sumaryanto sering menjatuhkan diri ini karena memiliki fleksibilitas tubuh, kelentukan tubuh. “Gemuk itu berisi lemak. Lemak itu salah satu fungsinya untuk membantu supaya tidak cedera saat jatuh. Kalau kurus bisa jadi tulang mudah patah. Gemuk bukan halangan untuk bermain tenis,” ujarnya. (*)