Dubes Ukraina Berharap Pertemuan G20 Dapat Menghentikan Perang

Dubes Ukraina, Vasyl Hamianin (kanan) dan Hangga Fathana saat memberikan keterangan kepada wartawan di Kampus UII, Senin (18/7/2022). (foto : heri purwata)

YOGYAKARTA, JOGPAPER.NET — Dr Vasyl Hamianin, Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Ukraina untuk Republik Indonesia mengharapkan pertemuan Presidensi G20 di Bali bisa menekan Rusia untuk menghentikan perang. Sebab akibat invasi Rusia ke Ukraina telah menimbulkan banyak korban di pihak Ukraina.

Pertemuan G20 tidak ada konsensus untuk menyepakati dan menekan Rusia agar menghentikan invasi ke Ukraina. Tetapi sejumlah negara telah konsisten memberikan dukungan terhadap Ukraina seperti Amerika Serikat, dan Australia. “Presidensi di tahun ini atau tahun depan sangat berpengaruh untuk menentukan bagaimana G20 dapat bersatu untuk menghentikan invasi Rusia ke Ukraina,” kata Vasyl Hamianin kepada wartawan di Kampus UII Yogyakarta, Senin (18/7/2022).

Bacaan Lainnya

Vasyl Hamianin hadir ke Kampus UII untuk memberikan Ambassadorial Lecture pada mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional (PSHI), Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya, Universitas Islam Indonesia (UII). Vasyl Hamianin menyampaikan materi kuliah bertajuk “The Ukrainian Questions in Global Politics.”

Hamianin menjelaskan situasi terkini Ukraina, ada ratusan anak dan 10 ribu orang dewasa Ukraina telah menjadi korban. Ratusan ribu warga Ukraina terluka, dan jutaan warga Ukraina mengungsi untuk menghindari perang.

“Jika dibandingkan saat Rusia menyerang Aleppo, Suriah, hanya dipakai 150 Rudal (peluru kendali). Namun dalam lima bulan terakhir, serangan Rusa ke Ukraina telah menggunakan lebih 4.000 Rudal. Maknanya, itu sudah berkali lipat dibandingkan dengan terhadap Aleppo Suriah,” katanya.

Hamianin juga membandingkan dengan Pasca Perang Dunia II. Kerusakan yang diderita Ukraina tidak sampai separoh dari kerusakan invasi Rusia saat ini. “Padahal Perang Dunia berlangsung selama lima tahunan. Sedang perang Ukraina ini baru lima bulan, tetapi kerusakannya lebih dari dua kali lipat dibanding pasca Perang Dunia II. Diperkirakan kerugian yang diderita Ukraina mencapai ratusan miliar dolar Amerika Serikat,” ujarnya.

Sementara Rektor UII, Prof Fathul Wahid ST MSc PhD mengatakan UII sejalan dengan pemerintah yang selalu berkomitmen untuk menjalankan amanat konstitusi UUD 1945 untuk mewujudkan perdamaian dunia. UII juga bersimpati atas krisis kemanusiaan yang muncul di Ukraina sebagai konsekuensi dari adanya perang yang berkelanjutan. “Dunia harus mengecam segala bentuk agresi yang mengancam kemanusiaan dan perdamaian dunia,” tandas Fathul Wahid. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.