YOGYAKARTA, JOGPAPER.NET — Bonit Wiryawan menyambut baik Turnamen Tenis Pandoyono 3 yang memperbolehkan pemain nasional ikut tampil di turnamen ini. Keikutsertaan pemain nasional maupun yang pernah berkiprah internasional ini menandakan Turnamen Tenis Pandoyono 3 ini cukup besar.
“Ini menandakan pertandingan ini (Pandoyono Terbuka 3, red) cukup besar. Buktinya pemain PON boleh main, pemain nasional boleh main. Memang tidak tidak berpasangan ya. Saya sendiri sebagai pemain nasional ya terlecut untuk bisa ikut di sini,” kata Bonit Wiryawan sela-sela pertandingan di lapangan tenis UNY Yogyakarta, Sabtu (1/8/2026).
Lebih lanjut Bonit menjelaskan dirinya yang menjadi pemain nasional era tahun 2000, tentu saat ini kemampuannya sudah jauh berkurang. Karena itu, para peserta Turnamen Tenis Pandoyono Terbuka 3 tidak perlu berkecil hati atau saat melawan pemain nasional.
Sebab pemain nasional, kata Bonit yang veteran pemain nasional, tidak berpasangan dengan pemain nasional juga. Peraturan ini dinilai Bonit cukup fair karena memberi peluang kepada peserta lain untuk meraih kemenangan.
“Saya pemain nasional kan sudah berapa tahun lalu. Dah lama, puluhan tahun lalu kan gitu. Jadi mungkin sekarang juga tidak pernah berlatih karena kesibukan pekerjaan, melatih,” kata Bonit Wiryawan.
Bagi Bonit, mengikuti Turnamen Tenis Pandoyono Terbuka 3 ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi dengan pemain tenis. “Di turnamen tenis, kita ketemu dengan pemain-pemain yang baru. Tujuan utamanya, silaturahmi, agar tetap sehat, dan tetap sportif,” katanya.
Saat ini, Bonit Wiryawan memiliki kegiatan sebagai pelatih. Bonit Wiryawan memiliki klub sendiri, dan memberikan pelatihan privat. “Sehari aja bisa melatih 10 -12 jam. Sehingga malam hari, badan Selanjutnya, ya, istirahat lah,” katanya. (*)
