Alasan Calon Mahasiswa Baru Memilih Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta

Gatot Sugiharto saat menyampaikan keunggulan UAD di Amphitarium Lantai 9 Gedung Utama Kampus 4 UAD, Senin (12/10/2026). (foto : istimewa)
Gatot Sugiharto saat menyampaikan keunggulan UAD di Amphitarium Lantai 9 Gedung Utama Kampus 4 UAD, Senin (12/10/2026). (foto : istimewa)

YOGYAKARTA, JOGPAPER.NET — Calon mahasiswa baru selalu mencari tahu keunggulan perguruan tinggi yang akan dipilihnya untuk melanjutkan studi. Sebab keunggulan itu menjadi prioritas calon mahasiswa baru dengan harapan masa depannya akan lebih cerah. Universitas Ahmad Dahlan (UAD) merupakan salah satu perguruan tinggi swasta (PTS) Unggul di Yogyakarta yang menjadi pilihan calon mahasiswa baru.

Dr Gatot Sugiharto, SH, MH, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta menjelaskan keunggulan UAD bagi calon mahasiswa baru, orang tua, dan guru Bimbingan Konseling (BK) Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). Penjelasan tersebut disampaikan pada pada Kick-Off Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) 2027 di Amphitarium Lantai 9 Gedung Utama Kampus 4 UAD, Senin (12/10/2026).

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut, Gatot menjelaskan ada empat hal utama yang dicari calon mahasiswa baru saat memilih perguruan tinggi. Keempat hal yang dicari calon mahasiswa baru adalah keterampilan baru (new skill), pengalaman internasional (international experience), jejaring (networking) untuk kolaborasi setelah lulus, dan prospek kerja.

UAD, kata Gatot, memiliki tiga nilai utama yaitu inovatif, profesional, dan berdedikasi untuk mewujudkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. “UAD selalu mendorong mahasiswanya agar tidak hanya aktif di dalam ruang kelas. Tetapi juga aktif di luar kelas demi menghadapi tantangan samudra luas di masyarakat. UAD menyediakan 122 organisasi kemahasiswaan untuk membangun potensi dan berbagai keahlian,” kata Gatot.

Selain itu, kata Gatot, ada 10 alasan calon mahasiswa baru memilih UAD sebagai tempat pendidikan lanjutan di perguruan tinggi. Di antaranya, mutu terjamin, ​pengakuan nasional & global, kampus inklusif, pencapaian publikasi, dan prestasi pemraknas.

Gatot menjelaskan Mutu Terjamin, sebanyak 72% program studi (Prodi) UAD sudah berpredikat akreditasi unggul, dan prodi lainnya sedang berproses menuju akreditasi unggul. ​Pengakuan nasional & global, UAD memiliki dosen-dosen berkualitas yang terdiri dari 56 profesor/guru besar, 332 doktor, 754 bersertifikat pendidik, dan 711 bersertifikat pekerti.

​Kemudian, Kampus Inklusif, UAD terbuka bagi siapa saja dengan keterbatasan apa pun. ​Pencapaian publikasi, UAD menjadi satu-satunya perguruan tinggi swasta yang memiliki enam jurnal terindeks Scopus, serta kekayaan intelektual (HAKI, paten, desain industri) sebanyak 1.573.

​Sedang prestasi Pemraknas, UAD berada di Klaster 1 Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), sejajar dengan perguruan tinggi besar seperti UGM, Airlangga, dan Brawijaya. “Selain itu, UAD konsisten mewakili DIY di Pimnas sejak 2002 hingga 2026 (selama 24 tahun),” kata Gatot.

Pretasi mahasiswa UAD, kata Gatot, terus meningkat setiap tahunnya dari segi jumlah di klevel regional hingga internasional. Di antaranya, Rizal sebagai Juara 1 Mahasiswa Berprestasi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah 5, Gibran, Mahasiswa Fakultas Hukum UAD sebagai Juara 1 LLDIKTI Wilayah 5 dan Dimas, mahasiswa UAD berkebutuhan khusus pengguna kursi roda asal Magelang mewakili DIY dan berprestasi di tingkat nasional.

“UAD secara konsisten menyalurkan bantuan beasiswa bagi mahasiswa. Termasuk beasiswa dari Pemerintah Kabupaten Sleman bagi 61 mahasiswa serta total dana beasiswa UAD mencapai Rp 17,7 miliar,” tandas Gatot.