WONOSARI, JOGPAPER.NET — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Periode-159 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Unit V.B.1 bantu warga Padukuhan Krinjing, Kalurahan Mertelu, Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ubah kotoran sapi menjadi pupuk kompos. Program pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan limbah peternakan ini dimaksudkan untuk mengurangi limbah dan meningkatkan produksi pangan.
Mahasiswa KKN UAD Unit V.B.1 ada sembilan orang dengan dosen pembimbing, Nur Syarianingsih Syam, S.KM, M.Kes. Mereka adalah Dini Arifia Muflida, Alfian Lingga Bagaskara, Alya Nuraini, Rara Anggraini, Nayla Aurhitza Indah Pritasari, Hasti Aprilia Fahrani, Mila Khoirunnisa, Octavian Judanto, dan Indah Ayu Wica Cahya Putri Maharani.
Octavian Judanto, Ketua KKN UAD Unit V.B.1 Padukuhan Krinjing menjelaskan program ini dilakukan untuk mengatasi persoalan limbah kotoran ternak yang menumpuk. Limbah peternakan diolah melalui proses fermentasi kotoran sapi dengan menggabungkan bahan aktif EM4 (Effective Microorganism 4), bekatul, larutan gula, serta air.
Pengolahan, kata Octavian, dimulai dengan mengaktifkan bakteri EM4 menggunakan larutan gula dan air selama 1×24 jam. Campuran bahan aktif EM4 mengandung mikroorganisme yang membantu proses penguraian sehingga mempercepat proses pembusukan.
Kotoran sapi, tambah Octavian, merupakan bahan baku utama mengandung nitrogen, fosfor, serta kalium ditaburi bekatul secara merata sebagai sumber nutrisi bagi mikroba. Selanjutnya, disiram menggunakan bahan EM4 yang telah diaktivasi sampai mencapai kelembaban yang ideal. “Seluruh bahan yang telah dicampur merata ditutup rapat menggunakan terpal selama 14-30 hari agar proses permentasi berjalan maksimal,” kata Octavian.
Octavian Judanto berharap program ini dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan dan perekonomian warga lokal. Octavian juga berharap pengolahan limbah kotoran sapi ini tidak berhenti saat masa KKN berakhir. Tetapi warga dapat meneruskan dan memanfaatkan kotoran sapi secara mandiri.

“Program ini, menjaga kebersihan lingkungan dari penumpukan limbah ternak. Sedang pupuk kompos ini diharapkan mampu menekan biaya pembelian pupuk kimia serta meningkatkan kesuburan tanah pertanian warga secara berkelanjutan,” kata Octavian.
Menurut Octavian, pemanfaatan limbah kotoran sapi menjadi pupuk kompos menunjukkan limbah yang awalnya tidak bernilai berpotensi besar menjadi barang yang bernilai ekonomis. Mengubah lingkungan menjadi bersih dan bermanfaat bagi sektor pertanian lokal.
Ketua RW 06 Padukuhan Krinjing, Tarmin mengucapkan terimakasih kepada mahasiswa KKN UAD atas program pembuatan pupuk dari kotoran sapi yang telah dilaksanakan. Program ini sangat membantu warga Krinjing, mengingat sebagian besar masyarakat bekerja sebagai petani dan peternak. “Adanya program ini diharapkan dapat membantu warga memanfaatkan kotoran sapi menjadi pupuk yang bermanfaat untuk kegiatan pertanian,” kata Tarmin. (*)
