YOGYAKARTA, JOGPAPER.NET — Universitas Islam Indonesia (UII) berkolaborasi dengan The International TRIZ Association (MATRIZ) dan Passage to ASEAN (P2A) menggelar Growth Festival 2025. Pembukaan Growth Festival 2025 dilaksanakan di Auditorium Prof KH Abdul Kahar Mudzakkir, Kampus Terpadu UII, Selasa (11/11/2025).
Ketua Panitia Growth Festival 2025, Dr Ir Arif Wismadi, MSc mengatakan Growth Festival merupakan ajang kolaborasi internasional yang mempertemukan pemangku kepentingan pentahelix seperti akademisi, inovator, pelaku industri, pemerintah, dan komunitas kewirausahaan serta inovasi dari berbagai negara. Tahun 2025 mengangkat tema ‘Connecting Minds, Methods, and Technologies to Co-Create Innovations for Global Challenges’ dan berlangsung selama empat hari, Selasa-Jumat (11-14/11/2025).
“Penyelenggaraan Growth Festival menegaskan komitmen UII dalam memperkuat sinergi lintas disiplin dan lintas sektor untuk menghadirkan solusi terhadap tantangan global,” kata Arif Wismadi.
Growth Festival, tambah Arif Wismadi, memiliki tiga program utama. Pertama, TRIZFest 2025. Kolaborasi antara UII dan MATRIZ International yang menghadirkan para pakar dan praktisi Theory of Inventive Problem Solving (TRIZ) dari berbagai negara.
“Kegiatan meliputi keynote speech, presentasi ilmiah, tutorial, dan panel/discussion yang berfokus pada penerapan TRIZ untuk pengembangan teknologi dan inovasi berkelanjutan,” kata Arif.
Kedua, P2A ASEAN Green Entrepreneurship Hackathon 2025. Ini merupakan kompetisi dan kolaborasi wirausaha muda lintas negara ASEAN untuk menciptakan solusi Inovatif berbasis keberlanjutan. “Hackathon ini menjadi wadah bagi mahasiswa dan young Innovators untuk menggabungkan kreativitas, teknologi, dan semangat green entrepreneurship,” kata Arif.
Ketiga, Innovation & Entrepreneurship Awards UII. Program ini memberikan penghargaan kepada para mitra pengambangan ekosistem kewirausahaan. peneliti & inovator, serta pelaku usaha/startup di bawah dukungan Direktorat Pembinaan & Pengembangan Kewirausahaan/Simpul Tumbuh UII atas prestasi dan kontribusi berharganya dalam menghilirisasi riset dan, inovasi, dan kewirausahaan nasional.
“Growth Festival 2025 tidak hanya menjadi ajang pameran hasil inovasi. Tetapi juga sebagai ruang strategis untuk memperkuat jejaring internasional, mengintegrasikan riset dengan praktik industri, serta memperluas kontribusi UII terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs),” tandas Arif.
Sementara Rektor UII, Fathul Wahid mengatakan Growth Fest 2025 merupakan sebuah forum tempat ide bertemu keberanian, tempat mimpi bertemu aksi, dan tempat setiap langkah kecil bisa menjadi awal perubahan besar. “Kita hidup di zaman yang bergerak begitu cepat. Teknologi berubah, tantangan baru muncul setiap hari. Dan hanya mereka yang mau belajar, beradaptasi, dan terus tumbuh – yang akan bertahan dan memimpin masa depan,” kata Fathul Wahid.
Sehingga, kata Fathul, Growth Mindset menjadi jiwa dari festival ini. Growth Mindset adalah cara berpikir yang tidak berhenti pada kata ‘tidak bisa,’ tetapi berubah menjadi ‘belum bisa.’
Menurut Fathul, kecerdasan, keterampilan, dan keberhasilan bukanlah takdir yang tetap, melainkan hasil dari kerja keras, ketekunan, dan kemauan untuk belajar. “Dengan Growth Mindset, kegagalan bukan akhir. Kegagalan hanyalah jeda untuk memperbaiki arah,” tandas Fathul. (*)
