YOGYAKARTA, JOGPAPER.NET — Kolaborasi tiga mahasiswi Fakultas Teknologi Industri (FTI) dan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Indonesia (UII) berhasil meraih juara I Riset Kewirausahaan pada Universitas Teuku Umar (UTU) Award 2025. Tim UII menjadi satu-satunya perguruan tinggi swasta (PTS) yang berhasil meraih juara I Kategori Riset Kewirausahaan di The 11th UTU Award 2025.
Tim UII terdiri Jihan Syahira Adnanda Putri, Mahasiswi Informatika, FTI UII; Deriza Qurottun Ayuni, Mahasiswi Teknik Mesin, FTI UII; dan Eka Maryani Saputri, Mahasiswi Kedokteran UII. Mereka dibimbing Ali Parkhan, ST, MT, Dosen Jurusan Teknik Industri FTI UII.
Jihan Syahira, Ketua Tim UII menjelaskan Tim UII mengangkat judul riset kewirausahaan ‘Perancangan Model Bisnis Platform Rapid Diagnostic Kanker Paru Secara Noninvasif Menggunakan Biosensor Elektrokimia Terintegrasi Machine Learning’. Kompetisi ini berlangsung di Kampus Universitas Teuku Umar, Meulaboh, Aceh, Selasa-Kamis (2-4/9/2025.
“Riset ini merupakan sebuah inovasi diagnosis dini kanker paru berbasis riset dan kewirausahaan yang menggabungkan perangkat IoT portable dengan analisis machine learning,” kata Jihan Syahira.
Riset ini, kata Jihan Syahira, diilhami permasalahan diagnosa kanker paru yang selama ini masih bergantung pada metode sitologi dan histopatologi yang bersifat invasif, mahal, memerlukan fasilitas laboratorium lengkap, dan tidak efektif untuk screening dini. Selain itu, angka keterlambatan deteksi kanker paru masih tinggi, terutama di daerah yang minim fasilitas kesehatan.
“Atas alasan tersebut, Tim UII mengembangkan solusi diagnosis awal yang cepat, non-invasif, terjangkau, dan dapat dilakukan di layanan kesehatan primer maupun rumah,” kata Jihan Syahira.
Deriza Qurottun dan Eka Maryani menambahkan pengembangan Riset Kewirausahaan dilakukan melalui beberapa tahapan. Pertama, penyusunan proposal riset berbasis problem-market fit dan potensi keberlanjutan usaha (research-based entrepreneurship). Kedua, identifikasi research gap dalam metode deteksi kanker paru modern.
Ketiga, perancangan biosensor elektrokimia portable (IoT) sebagai alat uji awal. Keempat, pengembangan aplikasi machine learning untuk analisis biomarker (CRP/Calprotectin) sebagai pertimbangan rujukan medis.
Kelima, uji coba awal untuk memastikan akurasi, kestabilan sensor, dan kelayakan bisnis produk. Keenam, lolos sebagai finalis nasional dan presentasi di depan juri yang terdiri dari pakar riset, akademisi, dan investor.
“Menjadi finalis dan meraih Juara I. Tim UII meruapakan satu-satunya dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang menjadi finalis dan Juara I di kategori Riset Kewirausahaan,” kata Jihan Syahira, Deriza Qurottun dan Eka Maryani dengan bangga. (*)
