YOGYAKARTA, JOGPAPER.NET — Ahmad Zubaidi dosen Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI), Universitas Islam Indonesia (UII) berhasil meraih gelar doktor dari Program Pascarsarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Ahmad Zubaidi dinyatakan lulus oleh ketua sidang Prof. Zulkipli Lessy, S.Ag., S.Pd., BSW., M.Ag., MSW., Ph.D didampingi sekretaris Dr. Nina Mariani Noor, MA, di hadapan penguji Prof. Dr. Tulus Musthofa, Lc., M.A dan Muhammad Yunus,Lc., M.A., Ph.D serta Ir. Muhammad Taufiq Nuruzzaman, S.T., M.Eng., Ph.D juga Dr Nurain M.Ag. Adapun sebagai promotor Prof. Dr. Abdul Munip, S.Ag serta kopromotor Prof. Dr. Sembodo Ardi Widodo, M.Ag, Senin 6 Oktober 2025.
Hadir dari UII di Aula Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga yakni Wakil Rektor Bidang Pengembangan Akademik, Prof. Dr. Jaka Nugraha, S.Si., M.Si, bersama Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Keagamaan & Alumni, Dr. Drs. Rohidin, S.H., M.Ag. Serta Dekan FIAI UII, Dr. Drs. Asmuni, MA didampingi Wakil Dekan Bidang Sumber Daya Dr. Nur Kholis, S.Ag S.E.I., M.Sh.Ec. Dihadiri juga segenap dosen FIAI UII dan guru besar Prof Dr. Drs. Amir Mu’allim, BA. MIS.
“Berdasarkan pembelajaran sebelumnya, ditemukan bahwa sebagian besar mahasiswa mengalami kesulitan dalam aspek gramatikal penulisan bahasa Arab. Hal ini tercermin dari data bahwa hanya 20% mahasiswa di kelas yang berhasil memperoleh nilai sangat baik dalam mengubah pola kalimat, sementara 80% lainnya masih berada di bawah rata-rata.12 Lebih lanjut, peneliti juga menemukan bahwa proses penyusunan kalimat bahasa Arab melibatkan banyak perubahan, baik pada kata kerja maupun kata benda,” ungkap Ahmad Zubaidi.
Tambahnya, akurasi dan kebenaran konten dalam pembelajaran menulis dapat dijaga melalui proses validasi ganda, di mana hasil umpan balik AI tetap ditinjau ulang oleh pengajar untuk memastikan kesesuaiannya dengan kaidah nahwu-ṣarf dan konteks semantik bahasa Arab. Selain itu, materi dan tugas yang tersedia di e-learning sebaiknya dirancang berdasarkan indikator keterampilan menulis yang terukur pada level CEFR atau IMTA’, sehingga proses evaluasi berlangsung secara objektif.
Dari penelitian ini, Ahmad Zubaidi menemukan bahwa prosedur pengembangan platform keterampilan menulis bahasa Arab berbasis digital menggunakan ChatGPT meliputi beberapa tahapan yang kritis.
”Dengan menerapkan model RdanD dari Borg dan Gall, langkah-langkah pengembangan termasuk analisis kebutuhan, desain produk, dan pengujian platform menunjukkan tingkat efektivitas yang tinggi dalam membantu mahasiswa memahami keterampilan bahasa Arab yang kompleks, khususnya dalam struktur kalimat. Proses ini melibatkan perancangan antar muka yang intuitif, pengembangan aplikasi pendukung seperti ChatGPT untuk terjemahan, Sarf.one untuk analisis morfologi, dan Al-Radif untuk analisis pemilihan kata yang tepat.
Menurutnya, beberapa kelemahan yang terjadi dari hasil evaluasi pembelajaran adalah AI sering kali kesulitan memahami dan menerapkan perubahan bentuk kata sesuai konteks gramatikal bahasa Arab. Hal itu terjadi terutama dalam aspek morfologi, keselarasan kalimat dalam kesesuaian antar subjek dan predikat, konteks semantik dan nuansa makna, ketidaktepatan dalam penerjemahan kultural dan stilistik, dan kesulitan dalam menangani masalah kompleks. Kelemahan tersebut menunjukkan bahwa intervensi manusia masih menjadi dominan dalam pembelajaran bahasa Arab berbasis AI. AI adalah alat pendukung bukan pengganti.
“Dalam hal hasil pembelajaran, implementasi platform ini menghasilkan peningkatan yang berarti pada keterampilan menulis mahasiswa. Berdasarkan uji lapangan, terdapat kenaikan rata-rata skor keterampilan menulis sebesar 25% dari hasil pembelajaran konvensional, yang menunjukkan bahwa platform ini efektif dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam menyusun kalimat bahasa Arab yang kompleks. Selain itu, hasil survei menunjukkan bahwa 90% mahasiswa merasa terbantu oleh platform ini dalam memahami gramatikal bahasa Arab, dengan 85% dari mereka mencatat kemudahan yang diperoleh dari fitur-fitur interaktif, seperti latihan menyusun kalimat yang disertai umpan balik otomatis dan penerjemahan kalimat menggunakan ChatGPT yang dilengkapi dengan analisis hasil terjemahan menggunakan Sarf.one dan Al-Radif,” kata Ahmad Zubaidi (IPK)
