YOGYAKARTA, JOGPAPER.NET — Tim Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) lintas fakultas dan program studi (Prodi) berhasil membuat inovasi T-Care untuk optimasi pengobatan penderita Tuberkulosis (TBC). T-Care merupakan smart medicine box berbasis Internet of Things (IoT) dan terintegrasi dengan aplikasi pendukung.
Alat ini berfungsi untuk meningkatkan kepatuhan pasien Tuberkulosis (TBC) terhadap jadwal pengobatan jangka panjang. Alat ini bisa memberi peringatan otomatis, penyimpanan dosis harian, dan pemantauan konsumsi obat secara real-time.
Tim Mahasiswa UII yang mengembangkan T-Care adalah Khanza Adinda Salsabila (Ketua) mahasiswa Prodi Farmasi Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) angkatan 2022. Anggota terdiri Sofa Tasya Kamila (Prodi Farmasi FMIPA angkatan 2022), Raja Fuad Nawawi (Prodi Informatika, Fakultas Teknologi Industri (FTI) angkatan 2022), Alifdzaky Syafwan dan Muhammad Atha Lathif (Prodi Teknik Elektro, FTI angkatan 2023). Mereka didampingi Ir Ali Parkhan, MT, Dosen Jurusan Teknik Industri FTI UII.
Khanza Adinda menjelaskan inovasi ini dikembangkan untuk mengikuti kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kemendikbudristekdikti bidang Riset dan Inovasi Teknologi (Kemendiktisaintek). “T-Care memilikii target implementasi dan pemanfaatan menuju eliminasi TBC tahun 2030 sesuai target WHO (World Health Organization),” kata Khanza Adinda di Yogyakarta, Sabtu (1/11/2025).
Khanza Adinda menambahkan WHO menetapkan target keberhasilan pengobatan TBC minimal 90%, serta menurunkan angka kejadian TBC hingga 80% dan angka kematian sebesar 90% pada tahun 2030. Saat ini, kepatuhan meminum obat secara rutin masih menjadi kendala untuk menurunkan penderita TBC.
“Karena itu, kami membuat inovasi T-Care untuk meningkatkan kepatuhan pasien dalam meminum obat dalam jangka panjang dan bisa memantau konsumsi obat secara real-time. Semoga alat ini bisa membantu mencapai keberhasilan pengobatan TBC secara global,” harap Khanza Adinda.
Khanza Adinda menjelaskan cara kerja T-Care. Smart Medicine Box ini bekerja dengan sistem alarm otomatis yang memastikan pasien mengonsumsi obat tepat waktu. Komponen Artificial Intelligence (AI) menganalisis data kepatuhan, mendeteksi pola ketidakpatuhan, dan memberikan rekomendasi personal serta motivasi bagi pasien.

“Aplikasi pendukung menyediakan notifikasi pengingat, pencatatan riwayat pengobatan, pemantauan tenaga kesehatan secara daring, serta layanan konsultasi dengan apoteker dan chatbot AI,” katanya.
T-Care bersifat portable sehingga dapat dibawa ke mana saja. Hal ini mendukung pasien dengan mobilitas tinggi untuk tetap patuh terhadap jadwal pengobatan. Selain itu, sistem alarm otomatis T-Care akan terus berbunyi hingga pasien benar-benar mengambil obat, sehingga memastikan konsumsi obat sesuai waktu dan mencegah kelalaian dosis. (*)
