YOGYAKARTA, JOGPAPER.NET — Program Studi (Prodi) Magister Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia (MTI FTI UII) perlu menambah mata kuliah Artificial Intelligence (AI). Sebab mata kuliah AI ini sangat dibutuhkan untuk mendukung kinerja alumni Prodi MTI UII di dunia kerja akhir-akhir ini.
Hal tersebut diungkapkan Ya’qub Kusuma Rosyid, alumni Prodi MTI UII pada pelepasan lulusan di Yogyakarta, Jumat (24/10/2025) malam. Ada delapan lulusan Prodi MTI UII yang mengikuti wisuda Periode I Tahun Akademik 2025/2026, Sabtu (25/10/2025). Mereka adalah Sekar Kinasih, Muhammad Iqbal Rofif, Fredi Herawan, Farid Agung Waskito, Fadhil Adita Ramadhan, Nur Imamah Al Karimah, Meliska Ayu Febrianti, dan Ya’qub Kusuma Rosyid.
Ya’qub yang bekerja di Telkom mengaku merasa masih belum menguasai AI saat kuliah dibanding teman-teman kerjanya yang berasal dari perguruan tinggi lain. Menurut Ya’qub, AI memiliki sejumlah keunggulan yang bisa mendukung kinerja.
Di antaranya, pertama, AI bisa menampilkan data-data yang akurat. Sehingga perusahaan bisa menjual tower-tower Telkom dengan mudah, karena didukung dengan data akurat, sesuai dengan market calon pembelinya.
Kedua, kata Ya’qub, AI memudahkan membuat prompt dan bisa memunculkan hasil yang diinginkan. AI bisa membuat persebaran data, pemetaan data sehingga data tersebut bisa dijual kepada customer. “AI bisa memberikan data ke customer secara riil. Sehingga kita bisa mendapatkan profit, karena tingkat kepercayaan customer lebih tinggi,” katanya.
Saat ini, kata Ya’qub, teman-teman kerjanya yang berasal dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sudah menguasai coding. “Sedangkan saya di S1 dan S2, masih kurang menguasai coding,” kata Ya’qub.

Keadaan ini menuntut Ya’qub untuk meningkatkan kemampuan penguasan AI dengan belajar sendiri. Di antaranya, belajar dari YouTube dan media-media pembelajaran lainnya.
Sedang Winda Nur Cahyo, ST, MT, PhD, Ketua Prodi Magister Teknik Industri FTI UII mengharapkan agar lulusan tidak berhenti belajar. Winda mengatakan belajar tidak harus melanjutkan pendidikan ke jenjang doktor, tetapi belajar materi yang dibutuhkan dan mendukung kinerja .
“Pesan saya, alumni harus terus berusaha dan jangan berhenti belajar. Hidup itu merupakan Long Life Learning atau belajar sepanjang hayat. Apalagi saya yang berprofesi sebagai dosen, jika tidak belajar, tidak akan bisa mengajar kepada mahasiswa,” kata Winda.
Sementara Rektor UII, Fathul Wahid menyampaikan pesan kepada alumni agar luwes dalam beradaptasi, menjelajah, dan terus belajar hal-hal baru. Pesan tersebut disampaikan pada wisuda Periode I Tahun Akademik 2025/2026, Sabtu (25/10/2025).
“Teknologi berkembang dalam hitungan bulan. Pekerjaan yang hari ini ada, mungkin lima tahun lagi akan lenyap. Karena itu, keberhasilan sejati tidak lagi diukur dari seberapa ahli wisudawan-wisudawati di satu bidang. Tetapi seberapa luwes alumi UII beradaptasi di dunia kerja,” kata Fathul Wahid.
Mengutip buku David Epstein (2021), berjudul ‘Range :Why Generalists Triumph in a Specialized World,’ Fathul Wahid menandaskan dunia modern tidak hanya butuh para spesialis. Tetapi dunia modern juga butuh para generalis yaitu orang-orang yang berani menyeberangi batas pengetahuan, yang mampu melihat dunia dari banyak jendela, dan menghubungkan titik-titik yang tampak tak berhubungan menjadi solusi yang bermakna. (*)
