Prodi MTI UII Lepas Enam Lulusan, Tiga S1-nya tak Linier

Pelepasan lulusan Prodi MTI FTI UII yang mengikuti wisuda Periode II Tahun Akademik 2025/2026 di Auditorium Prof KH Abdul Kahar Muzakkir, Kampus Terpadu UII, Sabtu (27/12/2025).
Pelepasan lulusan Prodi MTI FTI UII yang mengikuti wisuda Periode II Tahun Akademik 2025/2026 di Auditorium Prof KH Abdul Kahar Muzakkir, Kampus Terpadu UII, Sabtu (27/12/2025).

YOGYAKARTA, JOGPAPER.NET — Program Studi Magister Teknik Industri (Prodi MTI), Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia (FTI UII) melepas enam lulusan. Tiga wisudawan di antaranya, memiliki latar belakang Strata Satu (S1) yang tidak linier bidang keilmuannya.

Enam wisudawan adalah Tedy Alamsyah (S1 Sarjana Ekonomi), Fikri Dy (S1, Sarjana Hukum), Bayu Adhitomo, Tri Wulandari Ningsi, Ridwan Suyudi, dan Muhammad Wahyu Fauzi (S1 Teknik Elektro). Mereka mengikuti wisuda Periode II Tahun Akademik 2025/2026 di Auditorium Prof KH Abdul Kahar Muzakkir, Kampus Terpadu UII, Sabtu (27/12/2025).

Bacaan Lainnya

“Meskipun S1 mereka tidak linier, tetapi berhasil menyelesaikan studi tepat waktu,” kata Ir Winda Nur Cahyo, ST, MT, PhD, IPM ASEAN Eng, APEC Eng, Ketua Prodi MTI FTI UII yang juga Pakar Manajemen Aset kepada wartawan Jumat (26/12/2025) malam.

Winda menambahkan tujuan kuliah di Prodi MTI UII untuk menunjang kinerja mahasiswa sesuai bidang pekerjaannya. Prodi MTI UII sangat cocok bagi mahasiswa yang tidak linier bidang keilmuan, tetapi telah memiliki cukup pengalaman di pekerjaannya. “Khususnya telah berpengalaman pada pekerjaan yang menerapkan sistem integral yaitu sistem yang memiliki elemen manusia,” kata Winda Nur Cahyo.

Winda mencontohkan, Fikri Dy yang bekerja sebagai Asesor Manajemen Industri pada Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. Sehari-hari, pekerjaan Fikri Dy memberikan masukan kepada perusahaan agar kinerjanya menjadi lebih baik.

Kemudian, Muhammad Wahyu Fauzi, Sales And Marketing at PT Inti Chemindo Sukses Abadi Palembang, Sumatera Selatan. Sehari-hari pekerjaan Wahyu berhubungan dengan manusia.

Sedang Tedy Alamsyah, lanjut Winda, sebagai Direktur Utama BPR Danagung Bakti dan juga Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Perbarindo (Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia) untuk periode 2022-2026. “BPR itu elemennya manusia juga. Tesis dia tentang Inovatif Credit Scoring (ICS). Jadi ICS yang khusus dapat digunakan di BPR dan mungkin nanti standarnya berbeda dibandingkan dengan ICS bank konvensional,” kata Winda.

Menurut Winda, calon mahasiswa Prodi MTI yang memiliki latar belakang keilmuan tidak harus memiliki pengalaman kerja yang berhubungan dengan manusia. Mahasiswa MTI yang sudah bekerja tentu memiliki pengalaman yang luar biasa.

“Mereka kuliah kembali itu ibarat melakukan Academic Recharging atau mencas lagi knowledge yang menghubungkan dengan teorinya supaya filosofinya dapat. Jika ada masalah sulit, mereka bisa memberikan solusi yang lebih terstruktur,” kata Winda.

Magister Teknologi Industri UII, kata Winda, fokus belajarnya bukan pada industri. Tetapi pada sistem integral yaitu sistem yang memiliki elemen manusia. Jadi semua industri, manufaktur, jasa, organisasi, UMKM, apa saja ada orang sebagai elemen itu sistem integral. “Sehingga ilmu di Magister Teknik Industri bisa diterapkan pada semua sistem yang di dalamnya ada elemen manusia,” katanya.

Sementara Dekan FTI UII, Prof Dr Ir Hari Purnomo, MT, IPU, ASEAN Eng, mengucapkan terima kasih atas kepercayaan kepada FTI untuk menempuh pendidikan lanjut. Hari Purnomo berharap ilmu yang telah diperoleh dari MTI (Magister Teknik Industri) FTI UII bisa bermanfaat.

“Selain itu, saya mohon agar alumni bisa menjaga nama baik UII. Lulusan S2 itu termasuk expert dan mengharapkan pengembangan lebih lanjut sesuai dengan keahlian masing-masing,” kata Hari Purnomo. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *