YOGYAKARTA, JOGPAPER.NET — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meningkatkan kompetensi Lembaga Jasa Keuangan (LJK) di wilayah DIY untuk memperkuat daya saing. Salah satu caranya, meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) LJK. Selain itu, OJK DIY juga mengharapkan agar LJK meningkatkan kewaspadaan terhadap transaksi keuangan di era digital.
Eko Yunianto, Kepala OJK DIY mengemukakan hal tersebut pada ‘Evaluasi Kinerja dan Recycling Program LJK di Wilayah DIY Semester II Tahun 2025’ di Yogyakarta, Selasa (25/11/2025). Kegiatan tersebut mengangkat tema ‘Waspada Transaksi Keuangan Mencurigakan di Era Digitalisasi Layanan Keuangan.’
Lebih lanjut Eko Yuniato mengatakan berdasarkan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), terdapat kenaikan Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan (LTKM) sebesar 10,98 persen secara year on year (yoy), pada bulan September 2025. “Laporan tersebut sebagian besar berasal dari sektor perbankan dan lembaga keuangan nonbank,” kata Eko Yuniato.
Data tersebut, tambah Eko Yunianto, LJK perlu meningkatkan kewaspadaan dan efektivitas penerapan program Anti Pencucian Uang, Pencegahan Pendanaan Terorisme, dan Pencegahan Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal (APU, PPT dan PPPSPM).
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Pusat Penanganan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Direktorat Jenderal Pajak DIY. Kegiatan ini diikuti 195 peserta offline yang terdiri dari pengurus/pegawai LJK di wilayah pengawasan Kantor OJK Daerah Istimewa Yogyakarta serta pengawas LJK.
Eko Yunianto menambahkan kinerja LJK di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta terjaga dan bertumbuh positif. Kinerja sektor perbankan baik konvensional maupun syariah di wilayah DIY pada triwulan 3 tahun 2025 mengalami pertumbuhan dibandingkan triwulan 2 tahun 2025. “Aset, kredit dan Dana Pihak Ketiga (DPK) masing-masing mengalami pertumbuhan sebesar 3,85 persen, 5,33 persen dan 4,74 persen,” kata Eko Yunianto.
Kinerja Perusahaan Pergadaian, kata Eko, secara umum meningkat secara positif yang mencerminkan adanya ekspansi bisnis atau peningkatan skala usaha yang konsisten. Total Aset Perusahaan Pergadaian menunjukkan tren pertumbuhan yang stabil dari Mei 2024 (Rp6,76 miliar) ke Mei 2025 (Rp 9,89 miliar).
Kemudian, total liabilitas juga meningkat dari Rp 3 miliar di Mei 2024 menjadi Rp 4,35 miliar di Mei 2025. Data ini menunjukkan laju pertumbuhan liabilitas masih memadai. Sedang total ekuitas meningkat dari Rp 3,76 miliar menjadi Rp 5,54 miliar.
Kinerja Perusahaan Modal Ventura juga mengalami peningkatan dengan jumlah penyaluran pembiayaan didominasi oleh pembiayaan konvensional dibandingkan syariah. “Kinerja Lembaga Keuangan Mikro (LKM) secara umum terjaga yang ditunjukkan dengan tren peningkatan penyaluran pembiayaan meskipun terdapat fluktuasi di beberapa periode,” kata Eko. (*)
