Milad ke 83, UII Lebih Banyak Menambah Program Studi Pascasarjana

Rektor UII didampingi Wakil Rektor saat memberikan keterangan kepada wartawan. (foto : heri purwata)
Rektor UII didampingi Wakil Rektor saat memberikan keterangan kepada wartawan. (foto : heri purwata)

YOGYAKARTA, JOGPAPER.NET — Universitas Islam Islam (UII) Yogyakarta yang memasuki usia ke 83, lebih fokus menambah Program Studi (Prodi) Pascasarjana (S2 dan S3) dibandingkan dengan Prodi Sarjana (S1). Pengembangan ini merupakan penekanan UII tumbuh ke atas bukan ke samping.

Rektor UII, Fathul Wahid mengemukaka hal tersebut kepada wartawan pada Media Gathering UII Tahun 2026, Selasa (13/1/2026). Milad ke-83 mengangkat tema ‘Harmoni untuk Jejak Lestari’ dan Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) akan menjadi host-nya.

Bacaan Lainnya

“Tema yang kita pilih tahun ini menjadi penting untuk mengingat apa yang delapan tahun di bawah kepemimpinan saya sudah diputuskan menjadi investasi atau sebagai obat koreksi dalam membangun UII Yogyakarta sesuai nilai-nilai yang ditinggal pendiri,” kata Fathul Wahid.

Lebih lanjut Fathul Wahid menjelaskan sejak terpilih menjadi Rektor UII untuk dua periode pada 2018, Fathul menegaskan apa yang sudah dilakukan bersama dekan berbagai fakultas merupakan menambah batu bata pembangunan peradaban UII. Ini diharapkan akan menjadi pondasi bagi pemimpin UII di masa depan untuk menjadi lebih baik.

Selain itu, kata Fathul sudah banyak capai selama kepemimpinannya. Di antaranya, melahirkan sebanyak 20 Prodi baru di berbagai fakultas. Sebanyak tiga Prodi prograam sarjana, dan selebihnya Prodi Pascasarjana program magister, spesialis, dan doktor.

“Sepanjang 2025 kemarin, kita ada lima Prodi baru yang sudah mendapatkan surat keputusan dari pusat dan tiga prodi sudah melalui proses assessment lapangan (visitasi). Sehingga pada hari ini total jumlah Prodi di UII sebanyak 64,” kata Fathul.

Fathul menambahkan keputusan menambah Prodi Pascasarjana merupakan upaya membangun UII ke atas bukan ke samping. Langkah ini juga memberi kesempatan bagi perguruan tinggi yang lain di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) agar tidak terjadi perebutan mahasiswa baru. Sehingga bisa melahirkan ekosistem pendidikan perguruan tinggi di DIY tetap sehat.

Capaian lain, tambah Fathul, pengiriman 4.200 mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang tersebar di 400 dusun di lima kabupaten/kota di DIY. KKN UII menekankan konsep pendampingan berkelanjutan, sehingga KKN yang dijalankan mahasiswa bertujuan menjadikan desa mandiri.

Sepanjang 2025, UII telah menyalurkan beasiswa sebesar Rp 32 miliar kepada 1.200 mahasiswa. Ini menunjukkan, UII bukan hanya milik mereka yang mempunyai banyak materi, tetapi UII untuk semua lapisan masyarakat.

Sementara Asmuni, Ketua Milad ke-83 yang juga Dekan FIAI UII Yogyakarta, mengatakan kegiatan akan dilangsungkan sepanjang tahun 2026 ini. “Kami telah menyusun tiga kaki utama yang bakal menjadi pondasi utama dalam berbagai kegiatan akademik maupun kebudayaan yang berlangsung selama Milad,” kata Asmuni.

Kaki pertama, pengembangan ilmu pengetahuan yang merupakan pengejawantahan pada berbagai nilai-nilai yang ditinggalkan para pendiri UII. Kaki kedua, memodernkan keilmuan sesuai dengan konteks yang dihadapi saat ini atau disebutnya sikap kritis pada kondisi sekarang. Kaki ketiga, mendorong ilmu pengetahuan tetap menempatkan kemanusiaan sebagai fokus sehingga tercipta optimis menghadapi masa depan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *