YOGYAKARTA, JOGPAPER.NET — Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta menyediakan beasiswa bagi mahasiswa baru. Tahun 2025, UAD memberikan beasiswa lebih dari Rp 15 miliar kepada mahasiswa baru. Ada empat jenis beasiswa yang sepenuhnya dari UAD yaitu Program Misi, Talenta Unggul, Prodigium Fisika, dan Dokter
Demikian diungkapkan Dr apt Wahyu Widyaningsih MSi, Kepala Biro Akademik dan Admisi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta pada ‘Kick Off PMB UAD 2026’ di Amphitarium Kampus 4 UAD lantai 9, Senin (12/10/2025). ‘Kick Off PMB UAD’ ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Rektor UAD, Prof Dr Muchlas MT; Sekretaris Badan Pembina Harian (BPH), Ir Azman Latief; dan Wahyu Widyaningsih.
Wahyu Widyaningsih menjelaskan Beasiswa Program Misi diperuntukan bagi Kader Persyarikatan, Hafidz Quran dan Science. Beasiswa Talenta Unggul diberikan kepada atlet, influencer, dan talenta bidang akademik. Beasiswa Prodigium Fisika, dan Beasiswa Dokter.
“Beasiswa akan dibuka secara bertahap. Beasiswa ini full dari UAD, berupa pembiayaan kuliah selama delapan semester. Sedang untuk mahasiswa kedokteran beasiswa diberikan sampai profesi,” kata Wahyu Widyaningsih.
Sejak Selasa (13/10/2025), kata Wahyu, UAD telah menerima mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027. Penerimaan mahasiswa baru untuk program sarjana, program magister, dan program doktor. “Sistem Pelayanan Pendaftaran Mahasiswa Baru (PMB) sudah bisa diakses,” kata Wahyu.
Saat ini, tambah Wahyu, UAD telah memperoleh dua mahasiswa baru sebagai pendaftar pertama. Mereka adalah Yulianti Rismaya dari SMAN 3 Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat memilih Program Studi Teknologi Pangan, dan Seni Sofiatul Munawaroh juga dari SMAN 3 Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat memilih Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).
Rektor menjelaskan Kick Off PMB UAD merupakan istilah yang sering dipakai pada sepakbola. “Begitu Kick Off, seluruh pemainnya langsung berhamburan menempatkan diri pada posisi strategis agar bisa memasukkan bola ke gawang lawan,” jelas Muchlas.
UAD menggunakan kata Kick Off, kata Muchlas, agar semua elemen keluarga besar UAD dan juga partner-partner atau mitra eksternal UAD bersama-sama melakukan kolaborasi agar perolehan jumlah mahasiswa baru tahun 2026 memenuhi target. “Itulah alasan kita menggunakan kata Kick Off,” kata Muchlas.
Rektor sangat berharap seluruh elemen keluarga besar UAD, baik pegawai yang terdiri dari dosen dan tenaga kependidikan yang menjabat struktural atau tidak, bahkan keluarga kita di rumah menjadi ujung tombak promosi penerimaan mahasiswa baru UAD.
“Kepada bapak ibu dari Sekolah Mitra, tidak hanya guru Bimbingan Konseling (BK), tapi juga guru mata pelajaran bisa mensukseskan program penerimaan mahasiswa baru UAD. Kita berharap siswa-siswa UAD menjadi pilihan utama. Kalau tidak bisa dicapai, setelah tidak diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) diarahkan ke UAD,” harap Muchlas. (*)
