SAKAPARI 17 Arsitektur UII Angkat Tema ‘Symbiogenetic Forms and Spaces’

Noor Cholis Idham saat menyampaikan sambutan pada Seminar Karya dan Pameran Arsitektur Indonesia (SAKAPARI) Seri 17 - 2026 di FTSP UII, Sabtu (7/2/2026). (foto : heri purwata)
Noor Cholis Idham saat menyampaikan sambutan pada Seminar Karya dan Pameran Arsitektur Indonesia (SAKAPARI) Seri 17 - 2026 di FTSP UII, Sabtu (7/2/2026). (foto : heri purwata)

YOGYAKARTA, JOGPAPER.NET — Seminar Karya dan Pameran Arsitektur Indonesia (SAKAPARI) Seri 17 Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Islam Indonesia (FTSP UII) angkat tema ‘Symbiogenetic Forms and Spaces.’ SAKAPARI 17 diikuti 157 peserta dengan 80 proposal makalah dan 47 poster partisipan.

Demikian diungkapkan Prof Ar Noor Cholis Idham, PhD, IAI, Ketua Jurusan Arsitektur FTSP UII Yogyakarta, pada pembukaan SAKAPARI 17 -2026 di Kampus FTSP UII, Sabtu (7/2/2026). Penyelenggara SAKAPARI 17-2026 Jurusan Arsitektur UII bekerjasama dengan Universitas Aisyiyah Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Universitas Halu Oleo, dan Universitas Mulawarman.

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut Noor Cholis Idham menjelaskan SAKAPARI 17 mengeksplorasi ide transformatif ‘Symbiogenetic Forms and Spaces.’ Melampaui sekedar keberlanjutan, menyelidiki bagaimana prinsip biologis penggabungan berbagai organisme untuk menciptakan bentuk kehidupan baru yang lebih tangguh dapat menginspirasi pendekatan baru yang radikal terhadap desain.

“Tantangan arsitektur dan perkotaan kontemporer menuntut pergeseran paradigma di luar sekadar keberlanjutan. Simbiogenesis merupakan konsep biologis yang menggambarkan munculnya bentuk kehidupan baru melalui fusi permanen organisme yang berbeda sebagai lensa transformatif untuk desain dan pemikiran arsitektur,” kata Noor Cholis Idham.

Tema ini, kata Noor Cholis Idham, mengeksplorasi bagaimana prinsip-prinsip simbiogenetik dapat menghasilkan bentuk dan ruang baru yang secara inheren adaptif, tangguh, dan terintegrasi secara mendalam dengan lingkungan ekologis dan budayanya. Seminar ini bertujuan untuk membayangkan arsitektur yang tidak hanya menempati ruang tetapi secara aktif berevolusi bersama ruang tersebut.

“Arsitektur harus bisa menciptakan ruang simbiogenetik yang canggih secara teknologi, regeneratif secara ekologis, dan mendalam secara budaya, menawarkan jalan yang tangguh dan harmonis untuk masa depan planet kita,” kata Noor Cholis.

Menurut Noor Cholis, seminar ini dirancang untuk arsitek, akademisi, mahasiswa, dan pemikir yang bersemangat tentang masa depan lingkungan binaan. Seminar mengkaji kerangka kerja praktis dan teoretis di mana bangunan dan ruang tidak hanya berada di lingkungannya, tetapi juga menjadi peserta aktif dan kooperatif di dalamnya.

SAKAPARI 17-2026 menghadirkan Keynote Speaker Aristek, Pablo Luna Ar Yanuar. Sedang pembicara Ar Riri Chairiyah ST, MArch, IAl, Syarifah Ismailiyah Al Athas, ST, MT, GP dan moderator Muhammad Kholif Lir Widyo Putro, ST, MSc. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *