PJJ Informatika UII Perkuat Efisiensi Administrasi Pesantren dengan AI

Nur Wijayaning saat menjelaskan tentang penggunaan AI untuk efisiensi administrasi Pesantren. (foto : istimewa)
Nur Wijayaning saat menjelaskan tentang penggunaan AI untuk efisiensi administrasi Pesantren. (foto : istimewa)

YOGYAKARTA, JOGPAPER.NET — Program Studi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia (FTI UII) Yogyakarta perkuat efisiensi administrasi dan layanan pendidikan pesantren dengan Artificial Intelligence (AI). Pelatihan ini untuk menjawab kebutuhan mendesak pesantren terhadap transformasi digital, khususnya dalam pengelolaan administrasi, monitoring akademik santri, dan layanan Penerimaan Santri Baru (PSB).

Demikian diungkapkan Dr Nur Wijayaning, Ketua Program Studi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Informatika FTI UII dalam rilisnya, Sabtu (14/2/2026). Pelatihan diikuti 142 peserta dari 61 pondok pesantren di Jawa dan Sumatra dan dilaksanakan secara hybrid, bertempat di Auditorium Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII, Jumat (13/2/2026). Peserta terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari pengurus pesantren, ustadz dan ustadzah, musyrif dan musyrifah, hingga tenaga administrasi.

Bacaan Lainnya

Pelatihan ini juga disiarkan secara Daring melalui kanal YouTube dan Zoom. Ada tiga nara sumber pelatihan ini yaitu Nur Wijayaning, Hanson Prihantoro Putro (Dosen Jurusan Informatika FTI UII) dan M Daffa Raihan.

Lebih lanjut Nur Wijayaning menjelaskan pelatihan ini sebagai respons akademik terhadap kesenjangan kapasitas digital di lingkungan pesantren yang semakin relevan di era transformasi teknologi. “Secara empiris, banyak pesantren masih menghadapi keterbatasan dalam pengelolaan administrasi, monitoring akademik santri, serta layanan Penerimaan Santri Baru (PSB) yang efisien dan berbasis data,” kata Nur Wijayaning.

Peserta pelatihan penggunaan AI untuk Pesantren. (foto : istimewa)

Nur Wijayaning menambahkan pelatihan ini sebagai manifestasi PJJ Informatika UII menjalankan perannya dalam pengabdian dan hilirisasi keilmuan. PJJ Informatika UII dengan mentransfer pengetahuan dan keterampilan praktis di bidang kecerdasan buatan dan sistem digital yang aplikatif, kontekstual, serta selaras dengan kebutuhan institusi pendidikan keagamaan.

“Pendekatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional pesantren, tetapi juga memperkuat kualitas tata kelola pendidikan dan pengambilan keputusan berbasis data secara berkelanjutan,” kata Nur Wijayaning.

Selain teori, kata Nur Wijayaning, pelatihan juga dilakukan melalui sesi praktik langsung. Praktek yang diterapkan meliputi pemanfaatan AI generatif untuk pengolahan data akademik santri serta pembuatan chatbot layanan PSB berbasis platform no-code. “Peserta mendapat pendampingan tim asisten mahasiswa agar peserta dapat menghasilkan prototipe yang siap diterapkan,” katanya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *