Prodi Famasi UII Gelar Workshop Kewirausahaan

YOGYAKARTA, JOGPAPER.NET — Program Studi (Prodi) Farmasi, Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Indonesia (FMIPA UII) menggelar Kuliah Tamu dan Workshop Kewirausahaan bagi mahasiswa, Sabtu (11/5/2019). Workshop menghadirkan nara sumber Asep Saepulloh SFarm, Apt, MPH, alumnus Prodi Farmasi UII 2004 dan kini sukses menggeluti digital marketing.

Dijelaskan Ketua Prodi Saepudin, MSi, PhD, Apt, kuliah tamu dan workshop kewirausahaan ini dimaksudkan untuk melengkapi mata kuliah kewirausahaan. Sehingga mahasiswa benar-benar menguasai kewirausahaan dan mempraktekkannya sambil menyelesaikan kuliah.

“Saya berpesan kepada Kang Asep (Asep Saepulloh,red) yang memiliki jaringan untuk dibagikan agar adik-adik mahasiswa agar mereka bisa berkembang dan mengikuti jejak Kang Asep,” kata Saepudin saat membuka ‘Kuliah Tamu dan Kewirausahaan’ di Gedung Kuliah Umum (GKU) Prof Sardjito UII.

Mahasiswa Prodi Farmasi mengikuti Kuliah Tamu dan Workshop Kewirausahaan di GKU Prof Sardjito Kampus UII Yogyakart,a Sabtu (11/5/2019). (foto : heri purwata)

Lebih lanjut Saepudin mengatakan Prodi Farmasi UII memiliki komitmen untuk mencetak lulusan yang unggul dan berjiwa kewirausahaan demi kemaslahatan masyarakat. Jiwa kewirausahaan merupakan salah satu skill yang harus dimiliki oleh mahasiswa sebelum terjun ke masyarakat.

Karena itu, dalam kurikulum Prodi Farmasi UII, mata kuliah kewirausahaan didesain sedemikian rupa sehingga mudah diterima mahasiswa dan dapat diaplikasikan dalam dunia kerja nantinya. “Kewirausahaan juga dipadukan dengan kuliah tamu atau kuliah pakar yang diisi para praktisi wirausaha yang sudah memiliki pengalaman sukses dibidangnya. Kuliah pakar ini diperuntukkan bagi mahasiswa yang mengambil mata kuliah kewirausahaan,” kata Saepudin.

Sedang Koordinator Kegiatan, Diesty Anita Nugraheni, MSc, Apt mengatakan dalam dunia bisnis, marketing merupakan salah satu hal penting yang harus dilakukan. Sejalan dengan berkembangnya teknologi yang ada saat ini, strategi dalam melakukan pemasaran pun juga mulai berubah ke arah yang lebih modern.

Dulu, kata Diesty, menggunakan media promosi seperti surat kabar, majalah, radio, ataupun televisi. Kini pemasaran sudah dilakukan dengan teknologi internet, atau yang kemudian dikenal dengan istilah digital marketing.

“Dengan melakukan pemasaran yang tepat sasaran menggunakan berbagai media digital yang ada, pebisnis pemula tidak hanya bisa sejajar dengan pesaingnya. Selain itu, juga sangat mungkin untuk bersaing dengan perusahaan-perusahaan yang sudah besar,” kata Diesty.

Menurut Diesty, kuliah pakar kewirausahaan diadakan sebagai wujud keinginan kuat untuk memberikan bekal terbaik bagi mahasiswa tentang wirausaha. Kuliah pakar ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan wirausaha mahasiswa, khususnya di bidang digital marketing. “Mata kuliah kewirausahaan diberikan kepada mahasiswa semester enam dengan tiga pilihan yaitu kewirausahaan bidang distribusi produk farmasi, kewirausahaan bidang kosmetika, dan kewirausahaan bidang obat herbal,” katanya.

Mata kuliah ini menerapkan metode pembelajaran project based learning, sehingga output pembelajaran yang diharapkan adalah mahasiswa dapat membuat sebuah produk yang bernilai dan bersaing di bidang farmasi. Melalui digital marketing, diharapkan mahasiswa dapat mengembangkan pemasaran produk wirausaha yang dibuatnya.

Sementara Asep Saepulloh menjelaskan sebelum sukses di bisnisnya pernah mengalami kegagalan dan memiliki hutang puluhan juta rupiah. Namun berkat kegigihannnya, kini telah memiliki PT Yumna Berkah Nusantara yang produk-produknya dipasarkan melalui media digital.

About The Author

Reply