Pendidikan Kimia UII Selenggarakan Workshop Edutainment

YOGYAKARTA, JOGPAPER.NET — Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Matematikan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Indonesia (FMIPA UII) memberikan workshop edutainment dan pembelajaran era milenial bagi guru dari 38 SMA/K se Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Workshop yang diikuti 74 guru ini dimaksudkan agar mereka bisa menyelenggarakan pembelajaran yang menarik dan berkualitas.

Demikian diungkapkan Ketua Prodi Pendidikan Kimia UII, Krisna Merdekawati MPd di Kampus FMIPA UII Yogyakarta, Selasa (30/4/2019). Kegiatan yang dilaksanakan Sabtu (13/4/2019) lalu, bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan skill guru dalam mengelola pembelajaran.

“Saat ini tantangan guru amat luar biasa untuk dapat menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi siswa. Ketersediaan sumber belajar yang mudah diakses siswa di internet, karakter siswa milenial, seringkali menyebabkan siswa tidak memberikan perhatian lebih saat pembelajaran berlangsung,” terang Krisna.

Lebih lanjut Krisna menyampaikan, perlu strategi yang berbeda dalam menghadapi siswa di era milenial. Saat workshop, guru mendapatkan wawasan mengenai strategi dan trik untuk menarik minat siswa belajar.

Sedang Koordinator kegiatan, Beta Wulan Febriana, mengatakan selain workshop, juga diselenggarakan ‘user hear’ atau pendapat pengguna lulusan Pendidikan Kimia UII. Prodi Pendidikan Kimia menjaring masukan dari peserta workshop terkait dengan kurikulum yang sedang berjalan.

“Kepala sekolah dan guru kimia memberikan apresiasi atas proses pembelajaran yang berlangsung di Prodi Pendidikan Kimia UII. Mereka menyampaikan kurikulum yang diselenggarakan mampu membekali calon guru untuk memiliki empat kompetensi wajib bagi guru,” kata Wulan.

Selain itu, ujar Wulan, mata kuliah pilihan yang ditawarkan Prodi Pendidikan Kimia UII sangat bervariatif dan dapat mendukung softskill, bahkan membuka peluang usaha mahasiswa. Sehingga, lulusan Prodi Pendidikan Kimia dapat bekerja di bidang pendidikan, industri, laboratorium, maupun berwirausaha pada bidang pendidikan maupun kimia.

About The Author

Reply