Semua PTM Diarahkan Terapkan PJJ

SAMARINDA, JOGPAPER.NET — Semua Perguruan Tinggi Muhamadiyah (PTM) secara bertahap diarahkan kepada program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), baik berbasis matakuliah, program studi, atau perguruan tinggi. Untuk itu, Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat (Diktilitbang PP) Muhammadiyah diharapkan memfasilitasi terbentuknya konsorsium e-learning PTM.

Demikian salah satu butir ‘Deklarasi Samarinda’ yang dihasilkan pada Pelatihan dan Implementasi Sistem Pembelajaran Jarak Jauh Berbasis e-Learning yang diikuti wakil pimpinan PTM se-Indonesia di Samarinda, Rabu-Jumat (24-26/4/2019). Selain itu, deklarasi juga menetapkan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) sebagai center of e-learning development.

Dalam Deklarasi yang dibacakan Rektor Universitas Muhammadyah Semarang, Prof Masyrukhi, di era Revolusi Industri 4.0 ini perlu ada upaya sungguh-sungguh dan mendasar untuk perluasan dan pemerataan akses pendidikan, serta meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan. Untuk merealisasi, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah perlu membuat kebijakan untuk penerapan PJJ Berbasis e-Learning di seluruh PTM se-Indonesia.

Setiap PTM, isi Deklarasi, perlu memiliki supporting team (unit pendukung, pengelola, pelayanan) untuk penerapan Pembelajaran Jarak Jauh berbasis e-Learning di institusi masing-masing. Pimpinan PTM perlu memilki kebijakan untuk membangun infrastruktur PJJ berbasis e-Learning (sofware maupun hardware) yang memadai.

“Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah perlu memfasilitasi PTM untuk menyelenggarakan pelatihan Pembelajaran Jarak Jauh berbasis e-Learning, khususnya tentang pedagogy teknologi informasi dalam pembelajaran secara intensif dan masif,” kata Prof Masyrukhi.

Setelah dibaca, Deklarasi Samarinda diserahkan kepada Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof Edy Suandi Hamid. Sedang pelatihan ditutup Rektor UMKT Prof Bambang Setiaji.

Sementara Prof Edy Suandi Hamid mengatakan Deklarasi Samarinda akan menjadi landasan dan spirit bagi setiap pimpinan PTM untuk mengembangkan dan mengimplementasikan PJJ berbasis TIK. Muhammadiyah yang memiliki 175 PTM, sangat potensial untuk membuat konsorsium PJJ.

“Insya Allah PTM akan bergerak cepat mengembangkan PJJ di semua PTM. Saat ini sudah cukup banyak PTM melaksanakan PJJ dalam bentuk mata kuliah, yang sifatnya blended learning. Artinya, sebagian tatap muka dan sebagian PJJ,” kata Prof Edy yang menjadi salah satu pembicara dalam pelatihan tersebut.

About The Author

Reply