Minim Partisipasi Perempuan di Bidang Kimia

YOGYAKARTA, JOGPAPER.NET — Berdasarkan survei konferensi internasional bidang kimia dan teknik kimia yang mengaitkan energi dan lingkungan banyak mendapat perhatian. Namun sayang partisipasi perempuan di bidang kimia secara keseluruhan masih rendah. Karena itu, untuk meningkatkan partisipasi perempuan masih dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak.

Demikian diungkapkan Dr Is Fatimah SSi, MSi, Ketua Jurusan Kimia Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Islam Indonesia (FMIPA UII) saat memberikan sambutan pada Global Women’s Breakfast Seminar di Kampus FMIPA UII, Selasa (12/2/2019). Seminar ini mendapat dukungan dari International Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC).

Lebih lanjut Is Fatimah mengatakan seminar mengangkat tema ‘Empowering Women in Chemistry : A Global Networking Event.’ Seminar ini membahas tentang kimia material dan minyak atsiri dengan menghadirkan dua pembicara ahli kimia muda. Filasavita Prasasti Iswara SSi, MSi, mengangkat judul ‘Perfum Development Base on Essensial Oil,’ sedang Della Fahrani berjudul ‘From Waste to Functional Material.’

“Peserta seminar kurang lebih 300 peserta yang berasal dari kalangan mahasiswa D3 dan S1 FMIPA UII, asisten laboratorium, dosen dan masyarakat umum,” kata Is Fatimah.

Dijelaskan Is Fatimah, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta era globalisasi menuntut para ilmuwan, baik Indonesia dan negara lain terus mengembangkan topik terkini yang bersifat berkelanjutan untuk masa depan. Di antara ranah ilmu pengetahuan dan teknologi, bidang kimia, proses dan teknik kimia merupakan bidang strategis dan berkelanjutan.

“Hal ini disebabkan selain 80 persen industri di dunia didominasi industri kimia, juga lingkup tersebut yang akan mengendalikan kualitas industri dan kaitannya dengan lingkungan,” ujar Is Fatimah.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan launching agenda ‘Kamis Menulis.’ Ini merupakan agenda diskusi rutin tentang penulisan dan komunikasi akademik untuk dosen Departemen Kimia. Pertemuan ini juga dimeriahkan dengan presentasi menu sarapan pagi gratis untuk mendukung kebiasaan sarapan bagi ilmuwan.

About The Author

Reply