COSOICF Cocok Jadi Sistem Pengendalian Perguruan Tinggi

YOGYAKARTA, JOGPAPER.NET — COSO ICF (The Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission – Internal Control) dapat digunakan sebagai panduan dalam melakukan penilaian terhadap sistem pengendalian internal di institusi perguruan tinggi. Menggunakan COSO ICF dapat diketahui posisi sistem pengendalian internal yang ada pada perguruan tinggi.

Demikian Tesis Muhammad Fadlan untuk meraih gelar Magister Komputer Konsentrasi Sistem Informasi Enterprise pada Program Studi Teknik Informatika, Program Magister Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII). Hasil penelitian yang dilakukan pada STMIK PPKIA Tarakanita Rahmawati tersebut diungkapkan Muhammad Fadlan kepada wartawan di Kampus FTI UII, Sabtu (2/2/2019).

Lebih lanjut Muhammad Fadlan mengatakan sebelum menerapkan COSO ICF, STMIK PPKIA Tarakanita Rahmawati menggunakan pengalaman pihak manajemen dalam menghadapi berbagai macam permasalahan, risiko, dan tidak didasarkan pada best practice atau framework. “Akibatnya berbagai masalah seringkali terjadi, khususnya terkait dengan masalah pada layanan TI (Teknologi Informasi),” kata Fadlan.

Dijelaskan Fadlan, penilaian pengendalian internal perguruan tinggi penting dilakukan untuk mengetahui sejauh mana posisi sistem yang telah diterapkan. Jika penilaian tidak dilakukan, maka institusi itu sulit menentukan target dalam meningkatkan kualitas sistem pengendalian internal. “Bahkan kualitas terhadap setiap layanan yang memanfaatkan TI pun menjadi sulit untuk ditingkatkan,” ujar Fadlan yang juga Pjs Ketua LPPM STMIK PPKIA Tarakanita Rahmawati.

Penelitian setelah STMIK PPKIA Tarakanita Rahmawati menggunakan COSO Internal Control menunjukkan nilai sebesar 3.29. Nilai tersebut merupakan akumulasi rata-rata dari nilai kelima komponen dari COSO Internal Control.

“Hal ini menunjukkan terdapat keseimbangan penerapan tiap-tiap komponen sistem pengendalian internal di STMIK PPKIA Tarakanita Rahmawati. Melalui penilaian sistem pengendalian internal, institusi dapat mengetahui posisi dari sistem pengendalian internal terkini,” jelas Fadlan.

About The Author

Reply