FTI UII dan NTUST Buka Dual Degree

YOGYAKARTA, JOGPAPER.NET — Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) dan National Taiwan University of Science and Technology (NTUST) membuka pendaftaran bagi mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan dual degree. Mahasiswa Magister Teknik Industri (MTI) FTI yang mengikuti program ini akan mendapatkan dua gelar.

Demikian diungkapkan Dekan FTI, Prof Dr Ir Hari Purnomo MT kepada wartawan di Kampus FTI UII Yogyakarta, Kamis (13/12/2018). FTI UII dan NTUST telah melakukan penandatangan Memorandum of Agreement (MoA), Ahad (2/12/2018) lalu. Program ini akan dilaksanakan tahun 2019 dan target lima mahasiswa per tahunnya.

“Program Dual Degree ini sangat penting untuk memberikan pengetahuan kepada mahasiswa. Dengan pengalaman kuliah yang memiliki budaya berbeda bisa dijadikan bekal untuk bersaing di era industri 4.0,” kata Hari Purnomo yang didampingi Winda Nur Cahyo ST, MT, PhD, Ketua Program Studi Teknik Industri Program Magister FTI UII.

Keuntungan dual degree, lanjut Hari, ilmu yang diperoleh mahasiswa lebih banyak. Sebab mahasiswa mendapatkan ilmu dari dua perguruan tinggi yang berbeda. Selama ini dual degree baru dilaksanakan di program S1 dengan Saxion University, Belanda. “Hasilnya sangat luar biasa, karena mahasiswa mendapatkan pengetahuan yang lebih komprehensif,” tandas Hari.

Lebih lanjut, Hari Purnomo mengatakan mahasiswa yang bisa mengambil dual degree harus memenuhi beberapa syarat. Pertama, mahasiswa Program Magister (S2) telah menyelesaikan kurikulum satu tahun pertama. Kedua program akan mengakui maksimum 24 SKS (Satuan Kredit Semester), setara dengan 24 kredit dari kedua universitas.

Program Dual degree, kata Hari Purnomo, tahun terakhir di NTUST terdiri 12 kredit NTUST (setara 12 SKS), dan tesis Master (setara 14 SKS). Setelah mahasiswa menyelesaikan pendidikan akan mendapat gelar Master of Business Administration (MBA). Sedang UII akan mengakui 12 kredit NTUST, tesis Master (setara 14 SKS) dan memberikan gelar Magister Teknik (MT).

Hari Purnomo juga mengungkapkan pemilihan NTUST sebagai mitra karena perguruan tinggi tersebut sudah masuk dalam peringkat dunia. Saat ini, NTUST masuk 500 besar perguruan tinggi berkualitas dunia.

About The Author

Reply