Mahasiswa UMY Berdayakan Masyarakat Berbasis Ekonomi Kreatif

MAHASISWA Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang tergabung dalam kelompok 253 memberdayakan masyarakat Dusun Randu Barat, Desa Cibuyur, Kecamatan Warungpring, Pemalang, Jawa Tengah. Mahasiswa KKN UMY tersebut mengadakan beberapa program pokok pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi kreatif, khususnya mengolah dan mengelola hasil perkebunannya agar memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
Salah satu programnya mengelola hasil perkebunan, nangka dan durian. Selama ini, masyarakat kurang optimal mengelola hasil perkebunannya. Warga memilih menjual langsung menjual hasil panennya kepada pengepul. Di samping itu, durian panenan musim hujan memiliki rasa hambar dan kebanyakan air. Warga menyebutnya durian aqua dan harganya sangat murah.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut mahasiswa KKN UMY membuat pelatihan dengan judul ‘Membangun Masyarakat Randu Barat Berbasis Ekonomi Kreatif.’ Pelatihan ini memberdayakan ibu-ibu Dusun Randu Barat, khususnya yang memiliki pohon nangka dan durian. Pelatihan membahas pengolahan buah nangka ataupun durian dibuat menjadi olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Salah satunya, dibuat selai.

“Pelatihan menggunakan bahan-bahan murah, mudah didapat dan sederhana berupa buah nangka dan buah durian. Kemudian ditambah gula pasir (1 mangkok), garam (1 sendok teh), kayumanis. dan dimasak sekitar 30 menit jadilah produk selai,” kata Ketua KKN 253 UMY Zongki Bagus Kiswara, di Kampus UMY, Kamis (28/11/2018).

Lebih lanjut Zongki Bagus Kiswara mengatakan pelatihan dilakukan di Sekolah Dasar 4 Cibuyur, Senin (20/8/2018). Materi pelatihan, pertama, menjelaskan tentang kelebihan, manfaat buah nangka dan durian. Kedua, mengenai berbagai olahan buah nangka dan durian. Ketiga, cara pembuatan selai nangka dan selai durian. Keempat, perbedaan selai nangka dan selai durian.

Selai durian hasil pelatihan mahasiswa UMY dan warga Dusun Randu Barat, Desa Cibuyur, Kecamatan Warungpring, Pemalang, Jawa Tengah, Oktober 2018 lalu. (foto: istimewa)

Menurut Zongki, adanya pelatihan tersebut diharapkan warga dapat melakukan pengolahan buah nangka dan durian di rumah masing-masing. Sedang produk selai dijual di pasar, sehingga menjadi tambahan penghasilan bagi warga.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN 253 UMY, Fadia Fitriyanti mengapresiasi program mahasiswa KKN yang dapat menyelesaikan persoalan di Dusun Randu Barat. Ia berharap warga dapat memanfaatkan kegiatannya, serta meningkatkan ekonomi warga Dusun Randu Barat. “Apabila kegiatan ini dapat memberikan penghasilan tambahan bagi warga, tentu dibutuhkan keberlanjutan program KKN berkaitan dengan pemasaran produk selai buah nangka dan durian,” kata Fadia.

About The Author

Reply