UP 45 Yogyakarta Gelar Go Green School

YOGYAKARTA, JOGPAPER.NET — Program studi (Prodi) Teknik Lingkungan Universitas Proklamasi (UP) 45 bersama Shind Environment-Education-Empowerment mengadakan kegiatan Go Green School 2018 di Kampus UP 45 Yogyakarta Kamis (29/3/2018). Seminar Go Green School 2018 diikuti sejumlah sekolah dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas/Madrasah ‘Aliyah (SMA/MA) di Yogyakarta.

Program ini merupakan kegiatan UP 45 Yogyakarta untuk mendampingi dan meningkatkan kapasitas sekolah terkait energi. Mereka didampingi untuk meningkatkan efisiensi energi listrik di sekolah, mengembangkan serta memberikan bimbingan teknis dan penyusunan dokumen energi di sekolah.

Wakil Rektor Bidang II, Dewi Handayani Harahap M.Psi mengungkapkan sangat senang dengan adanya kegiatan Duta Energi Sekolah 2018. Selama ini Universitas Proklamasi 45 fokus dengan branding energi dan migas.

Beberapa hal yang menunjukkan UP45 sudah fokus pada energi dan migas adalah semua Prodi diarahkan pada energi dan migas. Beberapa prestasi yang sudah diraih antara lain juara 1 LITM yang dilaksanakan Dikpora, mahasiswa TL dan TP yang berhasil meraih juara pada lomba karya tulis yang diselenggarakan oleh PT Badak LNG.

Selain itu, kata Dewi, UP45 memiliki Pusat Studi Energi dan Lingkungan (PSEL) yang fokus pada energi dan lingkungan. Proyek-proyek dan penelitian yang dilakukan fokus pada energi dan lingkungan seperti mengubah sampah pasar Sorolayan menjadi energi listrik, listrik dari sekam padi, limbah sawit diubah menjadi listrik. “Dosen-dosen di PSEL juga memiliki kompor yang berbasis energi serta sel surya walaupun masih skup kecil,” kat Dewi.

Prodi di lingkungan UP 45 juga peduli terhadap lingkungan seperti Prodi Psikologi memiliki bank sampah. Kaprodi psikologi, Dr. Arundati Shinta menjadi penggiat bank sampah yang ada di Keraton. Arundati terpilih dua kali menjadi Kaprodi berkat inovasi dan ide kreatif tentang bank sampah.

Teknik Lingkungan, kata Dewi, merupakan Prodi baru yang dapat dikatakan sangat
produktif. Saat ini Prodi Teknik Lingkungan telah mendapatkan akreditasi dari Badan Akarediatasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) dengan nilai B.

Dewi mengharapkan agar peserta setelah mengikuti seminar dapat menjadi duta energi. “Menjadi Duta Energi, jangan sekedar simbolisasi tapi harus benar-benar kitanya sendiri
peduli terhadap lingkungan, peduli terhadap energi,” kata Dewi.






Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *